KISAH NABI
KHIDIR DAN NABI MUSA AS
Dalam
shahih bukhori, dikisahkan suatu ketika nabi musa AS berseru di hadapan
kaumnya, tiba-tiba ad orang bertanya: “ adakah orang yang lebih berilmmu
daripada engkau ? “ musa menjawab “ tidak ada “ maka allah menegurnya dan
menegaskan bahwa ada orangnyang lebih berilmu
darinya kemudian allah memberinya petunjuk keberadaan orang itu diantara
pertemuan dua lautan.
Mulailah musa menuju tempat tersebut dan
sesampainya disebuah batu besar, musa
dan pembantunya tertiudur, sedangkan ikan yang dibawanya melompat kelautan.
Sipembantu lupa untuk memberi tau musa akan hal itu. Setelah musa terbangun,
mereka melanjutkan perjalanan .
Sampai disuatu tempat, musa menita
pembantunya untuk mengeluarkan ikan dan makanan yang dibawanya.” Wahai musa ,
saat kita berada di batu besar, aku lupa dan setan membuatku lalai untuk
memberi tahumu ikan itu hanyiut dengan unik “
Lalu mereka kembali dan menelusuri jejak
hingga sampai di batu besar tadi. Tiba – tiba musa melihat sosok laki-laki,
musa memberinya salam dan memperkenalkan diri.” Aku mencarimu untuk belajar
kepadamu “
Khidir berkata “ musa , engkau tidak akan
sabar mengikutiku “ musa berkata “ insya allah aku mampu bersabar dan tidak
akan membantahmua “
Khidir berkata
“ kalau memang ingin bersamaku , jangan banyak tanya sampai aku memberi tahumu
“ ujar pembantunya.
Keduanya pun pergi menyusuri pantai.
Disana mereka sebuah kapal lalu ikut didalamnya hingga ke tempat tujuan khidir
membuat lubang di kapal itu. Musa menegurnya “ mereka ini mengangkut kita tanpa
upah, mengapa engkau melubangi kapal ini
dan membahayakan kit semua ? “ khidir menjawab “ aku telah katakan
engkau tidak akan mampu bersabar bersamaku “
Musa menyesali
dan khidir memaafkannya, lalu keduanya berjalan di tepi laut dan keduanya
melihat anak kecil sedang bermain, tiba-tiba khidir membekuknya hingga akhirnya
meninggal dunia. Musa gusar dan “ mengapa engkau bunuh jiwa yang tak berdosa “
khidir berkata” aku sudah mengatakan bahwa engkau tidak akan mampu bersabar
bersamaku “ . musa minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan
dan tiba disuatu tempat dalam kondisi lapar. Namun, tak ada yang memberi mereka
makan, setelah itu, keduanyaa menyaksikan sebuah rumah yang hampir roboh.
Khidir segera memperbaikinya. Musa berkata” mintalah upah dari mereka atas
upayamu !” nabi khidir berkata “ inilah saat kita berpisah karna engkau tak
sabar. “
Kisah itu mengingatkan bahwa lupa sifat
termaafkan. Tetapi jika berulang – ulang dilakukan , akan berbuah pahit.
Psikolog muslim timur tengah, Ustman An –najati menjelaskan sedikitnya ada
faktor penyebab lupa yakni benar-benar
lupa, kurang peduli masalah, banyak masalah dan kurang kesabaran.
Lupa dalam kisah diatas, karena kurang
sabar. Akibatnya kebersamaan musa dan khidir pun berakhir disitu. Bahkan
Rasulullah SAW ( dakam riwayat ubai ) memberi komentarnya “ semoga allah
merahmati musa AS, sebenarnya aku lebih senang jika nabinmusa bisa sedikit
bersabar sehingga allah SWT mengabarkan kisah ini lebih panjang lagi.”
“ Sesungguhnya Allahh mencintai hamba-
hambanya yang sabar “.
Written by
ARTAFI EL RICHO.....

No comments:
Post a Comment