Thursday, May 24, 2012

alasan mengapa penemuan manusia


alasan mengapa penemuan manusia

Piltdown membangkit-kan kegembiraaan luar biasa di Inggris. Koran-koran menampilkannya sebagai judul utama, dan kerumunan masyarakat bersuka cita merayakan penemuan tersebut. Pemerintah Inggris bahkan memberi gelar kesatria kepada Arthur Keith untuk penemuannya.
Ahli paleontologi evolusionis terkenal, Don Johanson, menjelaskan kaitan antara manusia Piltdown dan imperialisme Inggris:
Penemuan Piltdown sangat Eurosentris. Tidak hanya otaknya yang memiliki “keunggulan”, tapi bangsa Inggris juga memiliki keunggulan.*
Inspirasi yang didapatkan Inggris dari penemuan manusia Piltdown berlangsung hanya hingga tahun 1953, ketika Kenneth Oakley, ilmuwan yang memeriksa ulang fosil tersebut dengan lebih teliti, mengungkapnya sebagai pemalsuan terbesar abad ke-20. Fosil tersebut dibuat dengan merekatkan rahang orang utan pada tengkorak manusia.
*Don Johnson, In Search of Human Origins, 1994 WHGB Educational Foundation


Pertunjukan Manusia dan Kera Tidak
Direstui Kalangan Pendeta

Pdt. Dr. MacArthur Menganggap Pertunjukan Tersebut Merendahkan Martabat
“Orang yang bertanggung jawab atas tontonan ini telah merendahkan martabat dirinya sendiri sebagaimana perlakuaannya terhadap orang Afrika tersebut,” kata Dr. MacArthur, “Daripada memperlakukan saudara kecil ini sebagai seekor binatang, ia sepatutnya dimasukkan ke sekolah untuk mengembangkan kemampuan sebagaimana yang telah Tuhan karuniakan kepadanya”.
Dr.Gilbert mengatakan dirinya telah memutuskan bahwa tontonan tersebut merupakan bentuk kebiadaban dan bahwa ia dan para pastur lainnya akan bergabung dengan Dr. MacArthur demi memperjuangkan agar Ota Benga dibebaskan dari kandang kera dan diletakkan di tempat lain.41
Akhir dari segala perlakuan tidak manusiawi ini adalah tindakan bunuh diri Ota Benga. Tetapi di sini, permasalahannya lebih besar dari sekedar hilangnya nyawa seorang manusia. Kejadian ini merupakan contoh nyata dari kekejaman dan kebiadaban yang dimunculkan dalam kehidupan oleh rasisme para pendukung Darwinisme.


No comments:

Post a Comment