Sunday, March 25, 2012

Kiat Memulai Usaha Tanpa Modal

  • Kiat Memulai Usaha Tanpa Modal

    Usaha tanpa modal sering kali banyak dibahas di dalam berbagai forum dan literatur-literatur, atau buku-buku yang membahas tentang kiat-kiat berbisnis. Tidak dapat disangkal lagi, dalam era globalisasi dan krisis ekonomi dunia yang berkepanjangan ini, maka tantangan utama dalam memulai suatu usaha adalah modal.

    Hampir semua pemula dalam berbisnis menyatakan kesulitan utama dalam memulai bisnis yang mereka impikan adalah masalah klasik, modal. Namun hal itu tidaklah sepenuhnya benar, karena bisnis yang dijalankan dengan modal yang mencukupi bila tidak dijalankan dengan hati-hati atau dengan cerdikpun akan dapat mengalami kegagalan dan menghabiskan modalpun.

    Salah satu syarat untuk dapat menjalankan bisnis tanpa modal adalah kita setidak nya harus mempunyai suatu keahlian yang dapat dijual sebagai suatu jasa. Ada banyak jenis usaha tanpa modal yang dapat ditekuni. Dalam mencari inspirasi jenis usaha bisa saja anda memilah alternatif-alternatif yang ada, yaitu:

    1. Menjual barang: jika anda menjual barang maka akan dibutuhkan modal, karena anda harus membeli barang yang akan anda jual kembali. Faktor yang menjadi perhitungan anda adalah jika seandainya barang tersebut kurang laku dijual, tentu anda akan merugi bukan?

    2. Menjual jasa. Dalam menjual jasa maka anda akan menjual kemampuan atau keahlian yang anda miliki, misalnya anda memiliki keahlian dalam merawat tanaman, maka anda dapat menawarkan jasa perawatan tanaman di rumah-rumah, atau anda mungkin mempunyai keahlian dalam membuat design website, maka anda bisa menawarkan jasa tersebut dalam Usaha tanpa modal ini.

    Yang seringkali terlupakan dalam mencari inspirasi usaha tanpa modal ini adalah bahwa ternyata usaha dapat dimulai dari hobi yang anda miliki. Banyak orang-orang terkenal dan sukses ternyata memulai usahanya dari hobi yang mereka miliki, seorang pemilik toko kue yang sukses mengakui bahwa ia memulai usahanya dari hobinya memasak dan membuat kue.

    Jadi apa hobi anda? Anda senang dengan alat musik seperti piano atau gitar misalnya?
    Anda mungkin dapat menawarkan jasa menjadi guru musik atau melamar pada lembaga musik seperti Yamaha musik misalnya dan gaji yang didapat cukup lumayan besar bila anda telah ahli dalam memainkan alat musik tersebut.

    Anda senang berbicara mungkin? Anda dapat menawarkan jasa menjadi MC dalam acara-acara peresmian atau pesta. Atau anda mempunyai keahlian dalam bahasa asing dan senang menterjemahkan, maka anda dapat menawarkan jasa sebagai penerjemah bahasa atau penulis bahasa asing. Banyak potensi yang dapat digali dalam usaha tanpa modal.

    Salah satu kiat penting lainnya adalah anda harus hemat biaya, karena anda baru memulai usaha anda tentunya anda tidak ingin menghabiskan banyak biaya.
    Banyak orang sering salah kaprah bahwa memulai usaha harus memiliki tempat usaha seperti ruko, tempat usaha yang strategis di pinggir jalan, yang tentunya anda setidaknya harus mengeluarkan biaya untuk menyewa atau membeli tempat itu.

    Usaha Tanpa Modal dapat dijalankan dari rumah anda. Tidak perlu harus menyewa atau membeli tempat lain. Apapun jenis usaha tanpa modal yang akan anda tekuni, semua dapat dimulai dan dijalankan dari rumah anda.

    Jenis usaha tanpa modal seperti bisnis online atau forex online yang dijalankan dengan modal computer PC juga dijalankan dengan sambil duduk-duduk di rumah. Jika anda mempunyai keahlian dalam merias wajah atau potong rambut, anda dapat membuka salon di rumah anda, atau jika anda mempunyai keahlian dibidang keuangan atau hukum, maka anda dapat membuka usaha konsultasi dari rumah anda.

    Banyak keuntungan yang anda dapatkan jika anda menggunakan rumah anda sebagai tempat dalam menjalankan usaha tanpa modal , diantaranya anda tidak perlu mengeluarkan biaya sewa, membayar resepsionis, pajak, izin usaha , dan lain-lainnya. Jangan lupa bahwa banyak bisnis besar saat ini dimulai dari rumah, seperti Amazon.com, Microsoft, Xerox atau bahkan bimbingan belajar dan lembaga pendidikan seperti LP3I, BSI, Primagama, dll.

    Last but not least, sebelum anda menjalankan usaha tanpa modal anda ini, anda setidaknya harus melakukan riset pasar atau penelitian terhadap pangsa pasar yang menjadi sasaran usaha tanpa modal anda.

    Bila anda ingin menjalankan usaha kursus pendidikan terhadap anak sekolah, dan kemudian anda mendapati tempat yang menjadi sasaran pemasaran usaha tanpa modal anda adalah kompleks para pensiunan dan manula, tentunya menjadi sia-sia belaka dan tidak ada hasilnya. Itu sebabnya, anda harus mencari tahu siapa dan dimana pangsa pasar anda itu, maka lakukanlah riset pangsa pasar usaha tanpa modal anda.

    Ada ungkapan yang mengatakan, don’t put all of your egg in the same basket, jangan taruh telur-telur anda di keranjang yang sama, jika saat ini anda masih mempunyai pekerjaan kantoran misalnya, anda jangan langsung berhenti dahulu, tetap pertahankan pekerjaan anda dan jadikan usaha tanpa modal menjadi pekerjaan paruh waktu anda.

    Bila usaha anda berkembang pesat, maka berhenti dari pekerjaan anda mungkin baru dapat anda pertimbangkan. Akhir kata, apapun keahlian yang anda miliki , maka akan dapat anda jual sebagai jasa, pasti ada orang yang akan membutuhkan jasa anda. Sekarang Anda telah mengetahui rahasianya, tinggal menjalankannya.

    Sumber : http://jawabanpasti.com/usaha-tanpa-modal

7 Kualitas Pribadi Pengusaha Sukses

  • 7 Kualitas Pribadi Pengusaha Sukses

    Pada dasarnya semua orang memiliki keinginan untuk memiliki bisnis sendiri, kaya raya, pensiun dini, bahagia, dan akhirnya masuk surga. Untuk menjadi seorang pengusaha sukses, tidak sekedar memulai sebuah atau beberapa bisnis saja, tapi lebih dari itu, yang harus kita miliki adalah “Sikap & Perilaku” yang dapat mengarahkan kita kepada kesuksesan.

    Faktor pendidikan yang tinggi dan pengetahuan teknis saja tidak dapat menjamin seseorang mampu menjadi sukses. Anda mungkin juga sudah mengerti beberapa pengusaha sukses yang bahkan tidak berpendidikan tinggi, seperti Andrie Wongso, Bob Sadino, dan Purdie Candra. Ini bukan berarti saya menganjurkan untuk tidak sekolah tinggi. Pengusaha sukses yang memiliki pendidikan tinggi juga banyak, misalnya Ir. Ciputra, Arifin Panigoro, dll.

    Lalu faktor apa yang menentukan pengusaha-pengusaha sukses meraih kesuksesan mereka ? Hampir semua pengusaha sukses memiliki kesamaan dalam cara berpikir dan beberapa kualitas pribadi yang mampu mengantarkan mereka meraih sukses.

    Apa saja kualitas diri pribadi tersebut :
    1. Memiliki Kemauan yang kuat untuk Sukses
    Pengusaha selalu memiliki keinginan untuk sukses dan mengembangkan bisnis mereka, seringkali mereka terlihat terlalu ambisius. Para pengusaha selalu menetapkan tujuan yang jelas dan selalu berkomitmen untuk mencapai tujuan tersebut meskipun ada rintangan menghadang.

    2. Percaya Diri
    Pengusaha sukses memiliki pandangan yang positif terhadap diri mereka dan memiliki kepribadian yang kuat dan tegas. Mereka fokus dalam mencapai tujuan dan mereka sangat percaya pada kemampuan mereka untuk mencapai tujuan tersebut.

    3. Selalu memiliki ide dan inovasi baru
    Pengusaha sukses selalu memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Mereka selalu berpikir untuk menciptakan produk-produk baru atau meningkatkan layanan mereka. Mereka kadang berpikir “out of the box” yang seringkali melawan arus atau belum pernah terpikir sebelumnya. Mereka selalu berpikir kreatif dan inovatif.

    4. Terbuka terhadap Perubahan (Open mind)
    Jika sesuatu tidak berjalan dengan baik, pengusaha sukses cukup mudah untuk berubah. Bukan berarti tidak konsisten, tapi mereka terbuka dengan ide-ide atau hal-hal baru. Para pengusaha sukses paham bahwa untuk menjaga agar mereka selalu unggul dalam bisnis, hal yang harus dilakukan adalah terus berkembang dan berubah lebih baik seiring waktu. Mereka selalu up to date terhadap teknologi terbaru atau metode terbaru dan selalu siap untuk berubah jika mereka melihat kesempatan baru muncul.

    5. Siap Bersaing
    Pengusaha sukses tidak takut menghadapi persaingan. Satu-satunya cara untuk mencapai tujuan dan agar unggul dalam sebuah bisnis adalah siap bersaing dengan pengusaha sukses lainnya.

    6. Memiliki Motivasi yang tinggi
    Pengusaha sukses selalu bergerak (Take Action), selalu berenergi, dan memiliki motivasi yang tinggi. Mereka memiliki dorongan yang kuat untuk sukses dan memiliki motivasi diri yang sangat tinggi.

    7. Terbuka terhadap kritik
    Pengusaha-pengusaha sukses seringkali adalah pioneer dalam industri mereka, sehingga mungkin banyak orang mencibir “ini tidak bisa dilakukan” saat mereka mengawali bisnis mereka. Mereka akan menerima kritik yang konstruktif dan berguna untuk rencana mereka, sebaliknya mereka akan mengabaikan komentar-komentar pesimisme.
    Pengusaha sejati adalah pengusaha yang memiliki “passion” dan memiliki dorongan yang kuat untuk sukses dan berhasil. Mereka adalah pioneer-pioneer yang siap bersaing di garis terdepan, mereka siap ditertawakan, diejek, dikritik, di awal karena mereka dapat melihat jalan kesuksesan di depan mereka dan selalu berusaha untuk mencapai apa yang mereka impikan.

    Penulis : Hajir Baringin

Tiga kali melanggar peraturan, penggal!

  • Tiga kali melanggar peraturan, penggal!


    Salah satu kisah yang sangat terkenal tentang Sun Zi (Sun Tzu), ahli strategi terkenal Cina kuno, adalah tentang keputusannya memenggal selir-selir kesayangan Raja Wu Helu. Bagi yang belum pernah membaca, kira-kira begini cerita ringkasnya:
    Sun Zi diundang oleh Raja Wu Helu untuk membuktikan kemampuannya dalam memimpin militer. Raja meminta Sun Zi membentuk batalyon militer yang terdiri dari semua perempuan istana. Batalyon tersebut dipimpin oleh dua selir kesayangan raja.
    Saat latihan militer, Sun Zi memberikan komando untuk mengatur barisan. Ternyata komando Sun Zi disambut dengan tawa cekikikan dari pasukan perempuan ini. Sun Zi kemudian berkata: “Perintah pertama yang tidak bisa direspon oleh pasukan adalah kesalahan komandan. Oleh sebab itu komandan harus menjelaskan kepada pasukan”. Lalu Sun Zi pun menjelaskan arti dari perintahnya pada seluruh pasukan untuk memastikan mereka paham.
    Lalu Sun Zi mengulang perintahnya kembali untuk kedua kalinya. Kali ini pun, ternyata dia mendapat respon yang sama, yaitu tawa cekikikan. Sun Zi lalu berkata, ” Apabila kali kedua komando diberikan, pasukan gagal merespon dengan tepat, maka ada dua kemungkinan. Pertama, perintah komandan masih kurang jelas, atau kedua, pasukan tidak patuh”.
    Sun Zi kemudian menanyai kedua selir yang menjadi pimpinan pasukan. Ternyata mereka mengatakan bahwa komando Sun Zi sudah bisa dipahami. Maka Sun Zi berkata, ” Apabila demikian, maka komando yang kuberikan harus dipatuhi. Apabila tidak, maka itu pelanggaran hukum. Jadi kali ketiga ini, aku ingin semua bisa melaksanakan dengan baik”. Lalu Sun Zi memberikan perintah yang sama untuk ketiga kalinya.
    Kali ini, kedua selir pemimpin pasukan tetap tertawa cekikikan. Tanpa banyak bicara, Sun Zi memerintahkan algojo untuk memenggal kedua selir tersebut, dan menunjuk pemimpin pasukan baru. Sesudah itu, tak satupun pasukan perempuan yang berani tidak patuh pada perintah Sun Zi, dan pasukan dapat digerakkan sesuai komando.
    Raja Wu Helu sangat marah karena kehilangan kedua selirnya, dan ingin memenggal Sun Zi. Tapi dengan tegas Sun Zi berkata, “Yang Mulia, saya sudah melaksanakan amanat Yang Mulia untuk membentuk pasukan militer yang bagus. Kedua selir sebagai pemimpin pasukan tidak patuh pada perintah saya sebagai panglima pengemban amanat yang Mulia. Perbuatan mereka telah melecehkan hukum militer dan perintah Yang Mulia untuk membangun pasukan ini. Mereka telah merusak moral pasukan, dan saya harus menegakkan hukum. Yang Mulia telah menyerahkan amanat pada saya sebagai penguasa militer, jadi Yang Mulia tidak bisa membatalkan keputusan saya dan merusak tatanan hukum militer”.
    Raja dongkol, tapi tidak bisa membantah kebenaran kata-kata Sun Zi. Sun Zi pun dikenal sebagai ahli strategi militer yang hebat di kemudian hari dan berhasil membawa pasukan Raja Wu Helu memenangkan beragam pertempuran.
    Kisah ini sudah sangat populer, dan banyak yang telah membacanya. Akan tetapi, tak banyak yang sungguh-sungguh belajar darinya. Dalam situasi apapun, peraturan harus ditegakkan. Karena peraturan dan hukum adalah tatanan yang mengatur situasi dimana kebebasan seseorang berbenturan dengan kebebasan orang lain. Melaksanakan hal ini tentu sulit, tapi tidak melaksanakan hal ini akan membikin situasi lebih sulit.
    Anda mungkin ingin bertanya: ” Lalu bagaimana bila hukum dan peraturannya tidak benar?”
    Benar sekali, peraturan dan hukum adalah bikinan manusia. Sebagaimana halnya bikinan manusia yang lain, mereka bisa saja cacat, salah atau ketinggalan jaman. Oleh sebab itu peraturan harus jelas dan dapat dipahami oleh mereka yang dikenai peraturan itu. Kewajiabn otoritas untuk memastikan bahwa peraturan itu jelas, relevan, dan dipahami oleh siapapun yang dikenai olehnya. Seperti kata Sun Zi, apabila peraturan tidak jelas dan tidak dapat dipahami, itu adalah tanggungjawab otoritas.
    Dalam pengertian itu pula, peraturan sesungguhnya harus disusun dengan benar dan bisa diperbaiki bila salah atau tidak sesuai. Pada proses menyusun dan memperbaiki inilah, perdebatan dan argumentasi konstruktif diperlukan agar peraturan yang dihasilkan adalah yang terbaik. Namun ketika peraturan telah disepakati, disahkan, dan sudah tersosialisasi denga jelas; maka siapapun harus menepati dan mematuhinya, termasuk sang penyusun peraturan.
    Kewibawaan peraturan tergantung pada sejauh mana peraturan itu jelas, dan sejauh mana peraturan itu ditegakkan dalam praktek. Hal ini juga menentukan kewibawaan sistem dan keseluruhan otoritas. Ini tidak hanya pada militer, tapi juga pada semua konteks organisasi, mulai dari negara hingga keluarga.
    Kini, saatnya kita merefleksikan diri. Sungguh sadarkah kita pentingnya penegakan peraturan dalam keseharian kita? 

DARI MANA KESUKSESAN KITA DAPAT?


BISMILLAH.....
Sahabat... anda sekalian tentunya selalu memimpikan dalam hidup ini sukses. Menjadi sesuatu yang kita inginkan, betul! Saya yakin Insya Allah setiap orang tidak ada yang tidak ingin sukses. Seorang pengangguranpun selalu bercita2 ingin sukses dalam hidupnya.
Lalu darimana kesuksesan itu akan kita dapat?
Apakah muncul dari langit, dari bumi, atau ujug ujug muncul didepan kita seperti sulap?
Orang sering memandang kesuksesan adalah dari hasil yang ia dapat, right!
90% orang beranggapan seperti itu....
Tidak salah, tetapi juga tidak tepat dan benar.
SUCCES IS JOURNEY...........SUKSES ADALAH PERJALANAN
Sukses adalah ketika kita mau melakukan sebuah perjalanan....ANYTHING IS PROSES
segala sesuatunya ada prosesnya. Semua ada SINERGY OF SYSTEM.
Sukses bukan hanya di angan2 aja
sukses bukan hanya cita2 aja
sukses bukan hanya asal jalan aja
sukses bukan hanya di hasil aja
Sukses merupakan sebuah sistem yang saling bersinergy ( berhubungan )
Tidak cukup salah satu, ITS ALL! Semuanya , Ok!
Jadi sukses akan kita dapat ketika mau melakukan sebuah proses perjalanan dari mempunyai angan2 yang kemudian menjadi cita2 di aplikasikan/praktekan/dilakukan dan terakhirnya hasil.
But.....banyak orang akan kemudian menyerah ketika ia tidak mendapatkan hasil seperti yang dia inginkan. Dia lupa bahwa urusan hasil adalah milik sang pencipta.

to be continuaed

copied by Artafi El richo Van Aitam

UANG

UANG


Uang (edisi-2)







Ikhwah sekalian

Saya ingin bicara 3 point supaya kita lebih terarah dalam soal uang.
  • Pertama,  Mengapa  Islam  menyuruh  kita  kaya.
  • Kedua,  Mencari penjelasan tentang mengapa kita miskin.
  • Ketiga, Bagaimana kita mulai merekonstruksi kehidupan finansial kita.


Ibnu Abid Duni menjelaskan beberapa alasan tentang mengapa kita semua diperintahkan menjadi kaya  dalam  Islam  itu.

Alasan  Pertama,  karena  harta  itu  tulang punggung kehidupan. Makanya orang kalau punya harta punggungnya rada bungkuk sedikit. Antum lihat orang-orang Amerika kalau datang ke sini tegap-tegap semua kan , karena punya duit. Pejabat-pejabat keuangan  kita  kumpul  di  CGI  tunduk-tunduk  semua,  karena  mau pinjam duit. Allah mengatakan “Janganlah kamu berikan harta-harta kamu  kepada  orang-orang  bodoh (orang-orang  yang  tidak  sehat akalnya) yaitu harta harta yang telah Allah jadikan kamu sebagai yang membuat punggung tegap”. Jadi Hidup kita tidak normal begitu kita tidak punya uang. Kita pasti punya banyak masalah begitu kita tidak punya uang.


Alasan kedua, peredaran uang itu adalah indikator keshalehan atau keburukan  masyarakat.  Apabila  uang  itu  beredar  lebih  banyak di tangan orang-orang jahat maka itu indikasi bahwa masyarakat itu
rusak. Apabila uang itu beredar di tangan orang-orang shaleh maka itu indikasi bahwa masyarakat itu sehat. Masyarakat Indonesia ini rusak salah satu indikasinya karena karena orang-orang shalehnya sebagian besar adalah para fuqara wa masakin. Ahlul Masjid di negeri ini terdiri atas  fuqara  wa  masakin.  Bahkan  sebagian  besar  orang  mungkin mengunjungi  masjid  bukan  karena  benar-benar  ingin  ke  Masjid, melainkan    karena    tidak    punya    tempat    untuk    dipakai mengaktualisasikan diri. Antum lihat orang- orang tua yang datang ke masjid biasanya orang yang kalah dalam pergulatan sosial. Kalau dia tentara, biasa setelah pensiun baru dia ke masjid. Kalau dia pedagang biasanya  setelah dia bangkrut  baru dia ke masjid.

Rasulullah SAW mengatakan “Sebaik- baik uang itu adalah uang yang beredar diantara orang-orang  shaleh”  Jadi  Apabila  kita  yang  ada  di  sini  tidak mengendalikan uang yang ada di Riau, itu adalah tanda- tanda yang tidak bagus. Kenapa? karena kalau uang itu berada ditangan orang-orang shaleh maka uang itu akan mengalir di saluran- saluran yang baik. Kalau ibu-ibu disini dibagikan 1 Milyar kira-kira uang itu akan diapakan.  Buat  daftar  belanjanya.  Antum  bisa  lihat  semuanya  itu
belanja kebaikan.

Pertama, pasti akan dipakai untuk potongan partai. Coba lihat anggota DPR, begitu jadi anggota dewan yang pertama potongan buat partai. Waktu itu ada teman dari Golkar dan PPP, “Itu dana konstituen diapakan?” Kita jawab itu tidak lewat kita, melainkan langsung ke Dapil (Daerah Pemilihan). Uang yang masuk ke tangan orang  shaleh  pasti  mengalirnya  di  kebaikan juga. “Kalau gajinya berapa di potong? Kalau di Golkar cuma 2,5 juta perbulan di potong”. Kalau di PKS itu biasa 50 sampai 60 % dipotong. Jadi antum lihat daftar  belanjanya orang shaleh.

Kedua, untuk rihlah, kemungkinan itu pergi umrah  atau  menghajikan  keluarga  atau  naik  haji sendiri.  Bapak-bapaknya pun kalau punya uang 1 Milyar, tidak jauh- jauh dari situ juga;  infak  buat  partai,  menyenangkan  keluarga,  dan  operasional pribadi untuk dakwah pribadinya juga. Semuanya di jalur kebaikan. Bila ada kenikmatan, tidak mungkin dia pergi judi. Tidak mungkin juga dia pergi ke tempat prostitusi, paling- paling dia cari jalur halal.

Tapi coba sebaliknya, kalau uang itu beredar ditangan orang jahat, larinya juga pada kejahatan. Salah seorang saudara saya cerita, waktu itu ada seorang kaya sangat kaya di daerah Indonesia. Orangnya masih hidup sekarang. Dia punya private jet. Saking kayanya, dia suka main judi ke London.  Pesawat  private  jet  itu  jenis  Boeing.  Jadi  kalau  pergi  dia membawa rombongan, biasanya dia parkir disana 1 minggu atau 2 minggu.  Itu  kalau  parkir,  kan  bayar.  Selama  dia  main  judi,  dia persilahkan teman- temannya yang ingin pakai pesawatnya, seperti layaknya meminjamkan mobil. Sekali main, biasanya bisa rugi sampai 5 juta dollar, meskipun kadang- kadang untung 8 juta dollar. Sekali waktu mereka main ke sana, sudah beberapa hari kangen dengan Nasi Padang. Dia bilang ke Pilotnya tolong ke Singapore beli Nasi Padang terus balik lagi ke London. Begitulah cara mereka menggunakan uang.

Kalaupun orang kaya itu muslim, tidak berjudi, tapi dia tidak punya visi dakwah, dan tidak hidup untuk satu misi besar dalam hidupnya, dia pasti akan menggunakan uangnya untuk kesenangan pribadi, seperti perhiasan dan seterusnya. Saya punya kawan, kalau dia pakai seluruh perhiasannya kira- kira sekitar 2 juta dollar di badannya, cincinnya 1 juta dollar. Mobilnya ½ juta dollar, jam tangannya biasa sampai 2milyar. Adalagi temannya kira- kira punya 200-an jam tangan. Sebuah jam tangan itu harganya kira- kira 2 milyar. Lebih buruk lagi, kadang-kadang  orang  kaya  yang  tidak  baik  memakai  uangnya  untuk memerangi kebaikan.Itulah yang terjadi ketika orang-orang Yahudi memegang kendali keuangan dunia. Maka dari itu menjadi kaya itu bagi kita adalah satu keharusan, untuk mengembalikan keseimbangan sosial,  kehidupan  di  tengah-  tengah  kita.

Ketiga,  terlalu  banyak perintah syariah yang hanya bisa dilaksanakan dengan uang. Antum lihat 5 rukun Islam, Syahadat tidak pakai uang, sholat tidak pakai uang, puasa tidak pakai uang tapi zakat dan haji pakai uang. Kalau 200 ribu  orang  umat  Islam  Indonesia  tiap  tahun  pergi  haji.  Rata-  rata mengeluarkan 5000 dollar, coba antum kalikan berapa banyak uang yang beredar untuk melaksanakan satu ibadah. Belum lagi Jihad. Jadi kita tidak bisa berjihad kecuali dengan uang. Misalnya kita di Indonesia sekarang mau pergi ke Palestina untuk pergi berperang, tenaga kita tidak diperlukan karena tenaga sudah cukup dengan ada yang disana.

Rasul Mengatakan “Siapa yang menyiapkan seseorang bertempur maka dia juga dapat pahala perang”. Jadi bannyak sekali perintah-perintah Islam yang memerlukan uang. Waktu Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, diantara hadits-hadits pertama yang beliau sampaikan pada waktu itu adalah Afsussalam wa ath’imu tho’am. Jadi mentraktir itu tradisi  nabawiyah.  Sering-seringlah  mentraktir  karena  itu  perintah Nabi,  dan  ini  turunnya  di  Madinah  pada  saat  menjelang  mihwar daulah. Kira- kira di jaman kita inilah, di mihwar dakwah sekarang. Washilul arham dan sambung shilaturrahim. Antum akan melihat nanti di akhir penjelasan saya nanti bahwa ciri-ciri orang maju itu salah satunya adalah kalau belanjanya dalam 3 hal lebih besar daripada belanja kebutuhan lauk- pauknya, salah satunya belanja komunikasi. Jadi kalau biaya pulsa kita lebih tinggi itu indikator yang baik. Itu artinya shilaturrahim kita jalan. Jangan missed call, suruh orang telpon balik.

Keempat, Karena harta itu adalah hal- hal yang dibanggakan oleh manusia sehingga menentukan strata sosial. Antum akan lebih berwibawa dan didengar orang kalau punya uang. Apabila tidak punya uang,  biasanya  kita  juga  biasanya  jarang  didengar  oleh  orang. Misalnya  dalam  keluarga.  Antum  bersaudara  ada 7  orang. Kalau kontribusi finansial antum dalam keluarga itu tidak banyak dan bila antum satu-satunya da’i dalam keluarga, dakwah antum juga kurang didengar oleh keluarga. Karena disamping ingin mendengarkan nasihat yang baik orang juga ingin mendapatkan uang yang banyak.

Hadiah-hadiah pada hari lebaran, infaq-infaq dan seterusnya dan itu biasanya melancarkan  dakwah  kita.  Saya  hadir  pada  suatu  waktu  di  sidang Ikatan anggota Parlemen Negara-Negara OKI. Setiap kali ada waktu bertanya yang paling pertama diberi kesempatan bertanya itu utusan dari Arab Saudi, sedangkan utusan dari Negara miskin seperti Maroko atau Tunisia biasanya tidak dapat giliran, kalau bukan sendiri yang angkat tangan. Masalah harta ternyata juga berpengaruh pada hal- hal seperti itu.


Pada tahun 1994 saya ke Jerman. Dua tahun baru selesai kuliah, disana saya bertemu dengan salah seorang ikhwah pengusaha yang punya beberapa supermarket disana. Dia datang menemui saya memakai Mercy. Saya protes kepada dia dengan semangat dakwah dan jihad, antum itu tega pakai Mercy, saudara-saudara antum di Palestina di sana  masih  berjuang,  antum  hidup  di  Jerman  ini  pakai  Mercy bagaimana ceritanya. Dia bilang nanti saya jelaskan, antum ikut saya saja dulu. Saya diajak keliling supermarketnya dulu. Orang itu memang kaya. Sudah keliling dia bilang, di Jerman ini kalau kau ingin ketemu seorang direktur, begitu kamu parkir mobil nanti direktur itu suruh sekretarisnya tengok dia itu pakai mobil apa. Jika kau tidak pakai Mercy nanti sekretarisnya bilang Direktur sedang tidak ada. Kalau kau pakai Mercy kau disambut baik-baik oleh mereka. Mercy ini wajib disini.

Itu hal- hal yang dibangga-banggakan oleh manusia. Dan itu berkali-kali disebutkan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu sebagai Muslim saya ingin didengarkan orang, apalagi kita sebagai da’i kita perlu punya wibawa di depan orang. Sebagian dari wibawa itu dibentuk 0leh kondisi finansial kita. Ulama- ulama kita juga meriwayatkan bahwa ternyata  diantara  hal-hal  yang  disenangi  oleh  wanita  kepada  laki-laki  salah satunya adalah uangnya. Perempuan itu katanya menyenangi pada laki-laki kalau dia lebih pintar daripada si perempuan, kalau dia lebih kaya  daripada  perempuan,  lebih  kuat  daripada  perempuan.  Dan kepemimpinan itu kan diberikan kepada laki-laki salah satu sebabnya karena kewajiban memberikan nafkah itu.

Kalau kita ingin berwibawa di depan istri tolong kewajibannya ditunaikan dengan sempurna. Itu akan menaikkan wibawa kita di depan istri. Seorang istri itu tidak hanya membutuhkan seorang suami yang romantis tapi juga seorang suami yang romantis dan realistis. Ada seorang akhwat berkata kepada saya, saya sebenarnya tidak materialistis tapi masalahnya kita realistis karena kita tidak bisa hidup tanpa materi. Dan kalau materi kita sedikit maka  hidup  kita  juga  tidak  akan  nyaman.  Sedikit  banyak  itu  juga penting.

Kelima, harta itu salah satu sebab yang dapat membuat orang itu bisa bahagia di dunia. Jangan lagi pernah bilang “biar miskin asal bahagia”. Sekarang perlu kita balik, “biar kaya asal bahagia”. Saya ingat guru saya waktu SD selalu mencari kamuflase, bahwa walaupun kita miskin tetap bisa bahagia. Memang bisa, tapi susah. Adalagi yang bilang “uang tidak bisa membeli cinta”. Memang tidak bisa, tapi kalau kita jatuh cinta dan punya uang itu lebih enak. Rasulullah SAW realistis sekali ketika dia mengatakan bahwa diantara yang membuat orang itu bahagia adalah: Pertama, Istri yang sholehah, kedua, rumah yang luas, dalam  hadits  lain  disebutkan  kamar-kamar  yang  banyak.  Menurut Syeikh Qordlowy yang disebut kamar-kamar itu minimal enam kamar. Satu buah kamar untuk suami istri, sebuah kamar untuk anak laki- laki, sebuah kamar untuk anak perempuan, sebuah untuk pembantu, dua buah  kamar  lainnya  untuk  kerabat  suami  dan  istri  yang  datang menginap di rumah. Itu 6 kamar tidak termasuk dapur, ruang makan, ruang  keluarga,  ruang  tamu,  perpustakaan  keluarga  dan  musholla. Kelanjutan dari hadits itu, dan kendaraan yang nyaman.

Antum  perhatikan  Rasulullah  mengatakan  rumah  dan  kendaraan. Rumah  itu  adalah  indikator  stabilitas  dan  kendaraan  itu  adalah indikator mobilitas. Rasulullah mengatakan kendaraan yang nyaman bukan sekedar kendaraan. Naik angkot itu kendaraan tapi belum tentu nyaman, tapi kalau ada sedan yang empuk sehingga kita bisa rehat, itu lebih bagus. Pulang mengisi Liqa’, kalau kendaraannya nyaman kan sedikit  mengurangi  kelelahan.  Itu  juga  perlu  garasi.  Jika  suaminya pengurus DPW, istrinya pengurus DPW, maka masing- masing perlu kendaraan juga. Kalau anaknya 7 siapa yang antar anaknya sekolah, jadi minimal perlu 3 mobil. Waktu saya tidak punya mobil, saya punya motor. Anak saya sekolah di al-Hikmah, jadi kalau pulang diantar sama keponakan saya, anak saya diikat, takut kalau tidur sewaktu-waktu bisa jatuh dari motor. Saya bilang saya dosa kalau anak saya sampai meninggal, akhirnya saya menelepon teman saya, “tolong sediakan mobil untuk saya”. Itulah pertama kali saya punya mobil.

Dosa kita, kasihan anak itu jatuh dari motor. Setengah mati kita pupuk- pupuk, kita lahirkan dengan baik, tapi mati karena kecelakaan begitu. Kalau suaminya  pengurus  DPW  dan  istrinya  aktif  di  salimah  atau  di  Pos Wanita Keadilan, kan perlu mobilitas juga. Masa suaminya pergi pakai mobil, sedangkan istrinya pergi rapat kemana- mana sambil gendong anak. Dia sudah hamil 9 bulan, merawat anak, malam tidak tidur. Kita zhalim juga terhadap istri kalau kita tidak memberikan hal-hal yang membuat  dia  nyaman  dalam  kehidupan.  Untungnya  waktu  kita menikah dulu banyak akhwat kita yang tidak tahu hadits ini. Padahal dalam banyak pendapat di berbagai madzhab misalnya di madzhab Imam  Syafi’i,  apalagi  Imam  Malik,  kewajiban  wanita  itu  yang sebenarnya  hanya  melayani  suami  dan  mendidik  anak,  sedangkan pekerjaan rumah tangga, mencuci dan seterusnya itu tidak termasuk dalam kewajiban wanita.

Qiyadah-qiyadah akhwat mengikuti daurah tingkat nasional kemarin di Jakarta. Coba bayangkan akhwat-akhwat kita sebagian besar sarjana. Waktu kuliah dia direkrut kan salah satu alasannya  karena  dia  anshirut  taqyir  dan  otaknya  brilian.  Banyak akhwat kita Indeks Prestasinya 4,1 begitu 10 tahun menikah, dia sudah tidak  nyambung  lagi  dengan  suaminya  kalau  bicara,  karena  dia mengalami  stagnasi  intelektual.  Tiba-tiba  dia  mengerjakan  semua semua  pekerjaan  pembantu  rumah  tangga,  dia  melahirkan  juga, melayani  suami  juga,  memasak  juga,  mencuci  juga,  dan  kadang-kadang  kita  terbawa  oleh  romantika  perjuangan,  rasanya  heroik melihat istri mencuci, suami pulang dakwah dalam keadaan lelah, istri dirumah  mencuci,  mengepel  lantai.  Sepuluh  tahun  kemudian  kita dielus-elus oleh istri, kita pikir sedang dipijit, padahal hanya dielus-elus karena tangannya dipakai untuk mencuci, jadi tangannya sudah bukan tangan ratu. Sementara suami pegang pulpen, pegang kertas karena sibuk mengisi halaqah, sedangkan pekerjaan yang kasar-kasar dikerjakan oleh istri.

Sudah saatnya pekerjaan- pekerjaan begitu kita delegasikan kepada mesin. Jangan buang waktu di dapur, di tempat mencuci. Delegasikan kepada mesin. Kita ini orang- orang pilihan dari umat kita. Berapa banyak orang yang sarjana di negeri ini, sedikit. Makanya kalau capres syaratnya S-1 calonnya juga nanti sedikit. Saya tidak setuju kalau capres itu syaratnya S1, tamat SD pun bisalah. Sebagian besar orang ikut. Jadi yang bisa merasakan pendidikan tinggi itu barang elit di negeri ini. Jadi kalau akhwat kita yang sarjana itu setelah  menikah  disuruh  jadi  pembantu  rumah  tangga  atas  nama kesetiaan,  ketaatan,  cinta  dan  sejenisnya  maka  kita  telah  berbuat zalim terhadap SDM kita sendiri. Mungkin akhwat kita itu sabar-sabar, dia menerima keadaan. Tetapi walaupun dia menerima keadaan, kita kehilangan potensi, kita kehilangan umur-umur terbaik.

Sebenarnya kalau  dipacu  untuk  dakwah,  untuk  kepentingan lebih besar, lebih strategis, faedah yang didapat pun akanjauh lebih besar, waktu kita ini tidak akan cukup mengerjakan hal- hal tersebut, maka belilah waktu orang  lain.  Hitung-  hitung  kalau  beli  tenaga  pembantu  kita  buka lapangan kerja, kita bukan hanya mendelegasikan pekerjaan kita juga buka pekerjaan bagi orang lain.


Kira-kira itulah 5 alasan mengapa kita perlu kaya. Memang, walaupun kita miskin kita masih bisa bahagia, tapi itu jauh lebih susah. Bahkan terkadang kekayaan itu lebih mendekatkan orang kepada Allah SWT dibanding  kemiskinan.  Makanya  Rasul  mengatakan  tentang  minum susu,  makan  habbatussauda’,  madu.  Coba  kalau  antum,  misalnya, tidur diatas kasur yang empuk dalam ruangan ber-AC, tidur 2 jam itu bisa  sangat  nyenyak.  Apalagi  minum  susu  hangat  sebelum  tidur.
Bangun  pagi  minum  madu  campur  habbatussauda’.  Saya  kira  kita perlu  memperbaiki  dan  melihat  kembali  pemahaman  keagamaan seperti   ini   secara   benar.   Sehingga   kita   jangan   menganggap kemewahan itu justru melelehkan orang tapi bikin nyaman. Inilah 5 alasan mengapa kita harus kaya

written by Artafi el Richo van Aitam

Prinsip berbisnis

Prinsip berbisnis


Sekedar membagi informasi. cara agar sukses adalah: 1. kemauan, 2. kemauan,. 3. kemauan,. 4. kegigihan,. 5. pertemanan ( relasi/ koneksi )

Prinsip kesempatan : kesempatan akan datang pada siapa yang mempersiapkannya, sehinga kesempatan itu akan menjadi keteraturan. sedangkan orang yang ketiban kesempatan.. maka ia akan merasa beruntung namun tak akan prnah lagi mendapatkannya.

prinsip bisnis : sekolah yang terbaik yang pernah didapatkan oleh para orang sukses adalah kegagalan demi kegagalan. pebisnis kacangan adalaah pebisnis yang meratapi kegagalan tersebut, pebisnis handal adalah pebisnis yang selalu bisa menganalisa terhadap setiap kegagalan yang ada, walaupun kegagalan tersebut berulang2, namun tak membuatnya menjadi lemah prinsip etika : gunakanlah etika dalam bisnis, krn bila kita menjalankannya, maka kita akan terasah untuk menganalisa orang2 yang tidak memakai etika / culas

dan terakhir juga yang paling penting adalah cara berpikir:
" memandang kegagalan sebagai sukses yang tertunda, bukan kegagalan total.

semoga bermanfaat.

bangkitlah para wirausaha bangsa, bergunalah bagi orang banyak.
salam hangat
Akmal Firdaus

The Dajjal Economic Conspiracy (1)

  • The Dajjal Economic Conspiracy (1)




    ( Kajian Zionisme Internasional)
    Sebutan lain dari Ksatria Templar adalah Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus Dan Kuil Sulaiman. Pendiri ordo ini adalah Hugh de Payens dan Godfrey de St Orner. Para ksatria yang beranggotakan sembilan orang tentara elit ini dibentuk pada tahuin 1118.
    Awalnya para Templar ini menyebut dirinya ‘tentara miskin’ namun pada kenyataannya ordo ini sangatlah kaya raya. Para ksatria Tempalar mengontrol para peziarah Kristen yang bertandang dari Eropa ke Yerusalem. Ordo ini mendapat dana dari para peziarah tersebut. Lewat kelompok ini pula sistem cek dan kredit mulai diperkenalkan. Pada akhirnya, para Templar membangun kapaitalisme abad pertengahan dan membuat sistem yang dijadikan cikal bakal bank modern yang mengaplikasikan sistem ribawi.
    Menurut Alan Butler dan Stephen Dafoe, Templar adalah ahli dalam memutar modal, memanfaatkan teknik perdangan yang tidak lazim diketahui di Eropa pada saat itu. Mereka jelas-jelats telah belajar ketrampilan ini dari sumber-sumber Yahudi, namun memiliki lebih banyak kebebasan mengembangkan kerajaan financial mereka, sesuatu yang membuat amat iri para pemodal Yahudi pada periode itu.
    Pada abad ke 12, melakukan perjalanan jauh adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Para pengelana bisa saja dirampok bandit setiap saat. Jadi, amatlah berisiko bila dalam perjalanan membawa uang dan komoditi berharga lainnya. Para Templar pandai membaca situasi, mereka mengeruk keuntungan melalui prasarana sistem perbankan yang sederhana. Anggota-anggota Templar memperkenalkan penggunaan cek yang dikeluarkan di Eropa dan dpat diuangkan di Palestina. Bahkan mereka telah memberlakukan metode transfer uang. Di samping mereka meminjamkan uang dengan bunga di atas 60 %.
    Lembaga yang dibentuk Knights Templar makin berkembang dan menjadi lembaga keuangan besar di Eropa. Banyak para raja Eropa melakukan transaksi peminjaman yang akhirnya terseret dengan hutang yang sangat besar. Secara bersamaan sistem keuangan monarki Inggris dan Perancis dikendalikan oleh para Templar. Hal ini membuat mereka dapat mempermainkan para raja dan kebijakan Negara untuk kepentingan para Templar.
    Seiring perjalanan waktu, Ksatria Templar bertransformasi menjadi ‘Elder of Zion’. Atas provokasi mereka, Raja William II melibatkan Inggris ke dalam kancah perang melawan Perancis. Akhirnya berkelanjutan hingga membuat Negara Inggris makin terpuruk hingga terperosok dlam kubangan hutang untuk membiayai perang. Mengatasi hal ini Raja William II mengambil pinjaman kepada para bankir Yahudi.
    Para bankir Yahudi mengajukan persyaratan agar merahasiakan tokoh –tokoh Yahudi yang memberi pinjaman. Mereka juga minta persetujuan untuk mendirikan Bank Of England, bank sentral swasta pertama di dunia. Bank Of England mempunyai hak untuk menetapkan standar emas terhadap uang kertas, hak meminjam £ 10 uang kertas untuk setiap 1 pon emas yang tersimpan di Bank Sentral seta hak unutk mengkonsolidasikan hutang nasional dan hak untuk untuk menaikkan pajak rakyat sekaligus mengutipnya.
    Pada tahun 1815 meletus perang Waterloo antara Perancis dan kerajaan-kerajaan Eropa di bawah Inggris. Seandainya Napoleon Bonarpate memenangkan palagan tersebut niscaya Perancis akan menguasai seluruh daratan Eropa. Dan bila terjadi yang sebaliknya, maka Inggrislah yang akan menguasai Imperium keuangan Eropa. Begitu tentara ke dua kubu saling mendekat, Nathan Rothschild mengutus agen-agennya berada di kedua belah front guna mengumpulkan informasi seakurat mungkin.
    Tanggal 15 Juni 1815, senja hari seorang agen Rothschild melompat ked lam perahu yang dicarter khusus melewati selat Channel menuju pantai Dover Inggris.Agen tersebut sampai di Folkstone keesokan harinya, secara detil melaporkan informasi kepada Rothschild. Tanpa membuang waktu Nathan Rothschild bergegas menuju London menuju pasar bursa.
    Agen-agen Rothschild menumpahkan surat berharga mereka ke pasar. Begitu surat berharga itu dilempar ke lantai pasar secara drastic menurunkan nilai transaksi. Tanpa ekspresi Nathan berdiri di ‘Pilar Rothschild’ terus menjual saham-sahamnya. Akhirnya semua orang turut menumpahkan surat berharga dan uang kertas, emas perak untuk mempertahankan kekayaan yang masih tersisa. Harga surat tersebut turun drastic hingga mencapai 5 sen untuk setiap obligasi yang senilai dengan harga satu dollar.
    Pada akhirnya sesuai petunuk Nathan Rothschild, agen-agennya melesat ke meja dan memborong semua kertas-kertas saham di lantai bursa. Tak lama kemudian terdengar berita yang mengejutkan, Inggris telah memenangkan perang Waterloo. Dan hanya beberapa detik kertas yang semula tak berharga tersebut menukik tajam melampaui harga aslinya. Nathan Rothschild berhasil memegang control ekonomi Inggris. Bila dihitung kekayaannya menjadi dua puluh kali lipat dari nilai sebelumnya.
    Setelah mengenyam kekalahan telak di Waterloo, Perancis berusaha membenahi ekonominya. Bulan Oktober 1818, para agen Rothschid memborong sejumlah surat berharga pemerintah Perancis melalui saingan mereka: Ouvrad dan Baring Brothers. Tanggal 5 November 1818, agen Rothschid melakukan dumping terhadap surat berharga tersebut di pasar terbuka. Keluarga Rothschid mendapat undangan menghadap raja. Keluarga Rothschid berhasil memegang control ekonomi Perancis.
    Benjamin Disraeli, PM Inggris saat itu*menulis novel bertajuk ‘Coningsby’ yang menggambarkan tentang imperium Rothschild: ‘pangeran dan pemimpin pasar uang dunia dan juga pangeran dan pemimpin dalam bidang apa saja. Secara harfiah bahkan memegang kendali atas pendapatan Italia selatan. Sementara para raja dan menteri dari seluruh kerajaan Eropa memohon nasihatnya dan menjalankan saran-sarannya’
    Akhirnya bermunculanlah bankir-bankir internasionaldi seantero dunia. Awal dari bencana di muka bumi ini ketika para bankir Yahudi tersebut berhasil di seantero duni. Awal dari bencana di muka bumi ini ketika para bankir Yahudi tersebut berhasil ikan bank sentral sejenis di Amerika Serikat. Pendirian bank ini dipelopori oleh tujuh bankir Internasional di Jekyll Island pada tahun 1910 yang kemudian dikenal sebagai ‘ Federal Reserve’.
    Federal Reserve dirancang sebagai suatu kartel perbankan untuk melindungi kepentingan anggota-anggotanya dan meyakinkan kongres dan publik bahwa kartel perbankan ini dibentuk seolah-olah sebagai lembaga otoritas moneter pemerintah Amerika Serikat.

    Dengan berbekal independensinya, Federal Reserve beserta kekuatan modalnya serta praktik-praktik bisnis yang licik telah mengintervensi otoritas meoneter sehingga menghancurkan kehidupan social ekonomi rakyat penghuni bumi ini. Sejatinya Federal Reserve ini adalah suatu badan usaha milik swasta yang berperan sebagai pengatur utama dan menguasai institusi perbankan Amerika. Fungsi utamanya menetapkan kebijakan moneter. Banyak para pakar memprediksi The Fed mempunyai pengaruh besar terhadap jalannya bisnis di Amerika Serikat.,/div>
    Pada pertemuan 15 negara sekutu pemenang Perang Dunia II digagas ‘Bretton Woods Agreement’ yang menetapkan dolar Amerika sebagai denominator nilai dasar pertukaran uang internasional. Dan terbentuklah : International Monetary Founds dan Bank Dunia sebagai lembaga dana moneter internasional yang bertujuan memberi bantuan kepada negara-negara yang mengalami kesulitan likuiditas keuangan. Pasokan dana untuk IMF dan Bank Dunia diperoleh dari Federal Reserve. Pada kasus ini jaringan freemasonry telah mengaplikasikan Protokol Of Zion yang ke enam: Membangun kekuatan Zionisme melalui manipulasi ekonomi terutama melalui monopoli perbankan dan kekuatan keuangan. (Bersambung)
    (Disadur ulang dari Buku Israel Menjarah Organ Tubuh Muslim Palestina, Karangan Abdi Al Haqq dan Kajian Zionisme Internasional, Jakarta: Cakrawala Publishing, 2010)




PELAJARAN HIDUP

  • PELAJARAN HIDUP


    yopei collection
    to all mom in the world...
    No Charge
    Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur, yang sedang
    menyiapkan makan malam, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai
    ditulisinya.
    Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan
    inilah tulisan si anak:
    Ma, berikut ini utang mama kepada saya selama ini:
    Untuk memotong rumput Rp 50.000
    Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp 10.000
    Untuk pergi ke toko menggantikan mama Rp 25.000
    Untuk menjaga adik waktu mama belanja Rp 25.000
    Untuk membuang sampah Rp 10.000
    Untuk rapor yang bagus Rp 50.000
    Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp 30.000
    Jumlah utang Rp 200.000
    Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, berbagai
    kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Jadi, ia mengambil bolpen, membalikkan
    kertasnya, dan inilah yang dituliskannya:
    Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh
    dalam perut mama, GRATIS.
    Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan
    mendoakan kamu, GRATIS.
    Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini,
    GRATIS.
    Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu
    yang akan datang, GRATIS.
    Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS, Anakku.
    Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah
    GRATIS.
    Ketika anak itu selesai membaca apa yang ditulis ibunya, air matanya berlinang,
    dan ia menatap wajah ibunya dan berkata:
    "Ma, aku sayang sekali pada Mama."
    Dan kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar "LUNAS".
    Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


     

The Dajjal Economic Conspiracy (2-Habis)

  • The Dajjal Economic Conspiracy (2-Habis)




    ( Kajian Zionisme Intetrnasional)
    Pada hakekatnya IMF dan Bank Dunia, merupakan instrument Zionisme untuk memporak-porandakan Negara yang berdaulat agar tak lebih sekadar sebagai teritori mereka.Artinya, semua umat manusia harus memnadang satu arah yaitu kekuatan mata uang sebagaimana yang dilambangkan oleh mata uang satu dollar Amerika: Novus Ordo Seclorum. Jadi, seluruh perekonomian global telah dikuasai oleh kaum Zionis dan menjadi ‘dewa lucifer’ yang akan menyelematkan manusia sekaligus menguasainya.'
    Adalah Joseph Stiglitz mantan kepala tim Ekonomi Bank Dunia memaparkan bahwa IMF mengembangkan empat langkah program. Langkah Pertama: Privatisasi, pada program ini perusahaan milik penerima bantuan IMF harus dijual pada swasta untuk mendapatkan dana segar.
    Menurut Stiglitz: Kita bisa melihat bagaimana mata para pejabat keuangan di Negara penerima bantuan itu terbelalak tatkala mengetahui prospek pemberian 10 % komisi beberapa milyar dollar yang akan dibayarkan langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan di suatu bank Swiss yang diambilkan dari harga penjualan asset nasional mereka tadi.
    Program kedua: Liberalisasi Pasar Modal, dengan ditingkatkannya modal pemasukan modal investasi dari luar berdampak pada pengurasan cadangan devisa Negara untuk mendatangkan asset melalui impor dari Negara-negara yang ditujuk IMF. Dana dari luar masuk di sector real estate dan valuta, dan langsung ditarik bila ada tanda-tanda akan ada kerusuhan. Untuk merayu kaum spekulan mengembalikan dana modal nasional, IMF menuntut Negara debitur untuk menaikkan suku bunga bank. Ketetapan tersebut diikuti dengan diberlakukan kebijakan uang ketat dan dihentikannya subsidi pada bidang yang berkaitan dengan social ekonomi masyarakat.
    Program ketiga: Pricing, menaikkan harga komoditas strategis misalnya pangan, air bersih dan BBM. Langkah ini sudah dipastikan akan mengarah pada ‘Kerusuhan IMF’ Dengan terhapusnya subsidi untuk beras dan BBM, Negara akan meledak dengan kerusuhan yang tak lain dari satu bentuk demonstrasi yang dibubarkan dengan gas air mata, peluru dan tank yang menyebabkan kepanikan baru pada gilirannya berakibat ‘capital flight’ pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Krisis ekonomi ini menguntungkan perusahaan asing yang memperoleh peluang mengambil sisa asset Negara seperti: konsensi pertambangan, perbankan, perkebunan dan lain-lain.
    Tahap ke empat: Strategi Pengentasan kemiskinan, dengan memberlakukan ‘pasar bebas’ yang menacu pada aturan WTO ( World Trade Organization ) dan Bank Dunia. Hal ini berimbas pada pengusaha local yang terpaksa meminjam dana dengan suku bunga hingga 60 % dari bank lokal di samping harus bersaing dengan barang-barang import dari Amerika dan Eropa. Pada saat ini, Bank Dunia dapat memerintahkan blockade keuangan.
    Stiglitz memaparkan: ‘Tata Dunia Baru itu pada hakekatnya telah menjatuhkan vonis hukuman mati pada rakyat sedunia dengan cara memberlakukan tarif yang tidak masuk akal kepada perusahaan obat-obatan yang bermerek.’
    Namun ironisnya, pemerintah dunia ke tiga masih memandang IMF dan Bank Dunia sebagai lembaga donatur yang manusiawi. Padahal, justru IMF lah yang paling berperan dlam menciptakan kemiskinan di Negara-negara berkembang. Jadi, IMF, Bank Dunia dan WTO hanyalah topeng dari sistem kekuasaan absolute kaum Zionis.
    Seorang pakar ekonomi Prof JS Malan dari Universitas Sao Paulo merepresentasikan:Setiap bangsa akan menangggung utang yang berat dan mereka tidak akan mampu membayarnya sehingga mereka harus menebusnya sebagai budak yang setia dan petuh terhadap perintah. Kekuasaan IMF sangat absolute sehingga tidak akan ada satu negarapun yang mampu mendapatkan satu sen pun, kecuali atas persetujuan atau arahan dari IMF.
    Dari pemaparan di atas bisa kita lihat bahwa bencana financial tak ubahnya bencana alam. Sama-sama mengakibatkan keterpurukan dan kesengsaraan, sebuah bencana yang tercipta dari hasil kreasi para akitvis Zionisme dan manusia-manusia goyim yang menjadi agen binaannya. Hal ini lebih disebabkan penerapan ekonomi berbasis Kapitalisme.
    Kapitalisme
    Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang mengandung filsafat social dan politik yang didasarkan pada pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan. Sistem ini melahirkan banyak malapetaka terhadap dunia. Kapitalisme berdampak melakukan tekanan dan campurtangan politis, sosial serta kultural terhadap bangsa di dunia.
    Menguak sejarah kapitalisme diawali pada saat Eropa diperintah imperium Romawi yang mewariskan sistem feudal. Pada abad 16 secara bertahap munul kelas borjuis disusul fase kapitalisme. Selajutnya muncul seruan liberalisasi yang disusul seruan nasionalisme sekuler dan penciutan dominasi Paus.
    Adapun para propagandis kapitalisme adalah: Francois Quesnay, John Locke, Turgot, Mirabeau serta JB say. Tak lama kemudian muncul aliran klasik yang menonjol lewat pemikiran: Adam Smith, David Ricardo, Robert Malthus, John Stuart Mill, Lord Keynes, David Hume dan Edmund Burke.
    Doktrin kapitalisme adalah mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana. Selain itu mendewakan hak milik pribadi , persaingan dan kompetisi pasar serta sistem harga bebas.
    Pada abad ke 16 setelah dihapus sistem feudal muncul kapitalisme perdagangan. Dalam hal ini seorang pengusaha menjadi perantara antara produsen dan consumen. Pada tahun 1755 seiiring dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt maka lahirlah kapitalisme industri yang membangkitakan Revolusi Industri di Inggris dan Eropa menjelang abad ke 19.
    Dalam sistem ini memisahkan antara modal dan buruh. Setelah itu hadir sistem kartel yakni kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dlam membagi pasaran internasional. Sistem ini memberi kesempatan untuk memenopoli pasar.Akhirnya muncul sistem trust yang membentuk satu perusahaan dan berbagai perusahaan yang bersaing agar perusahaan tersebut lebih mampu berproduksi dan lebih kuat untuk mengontrol dan menguasai pasar.
    Adapun sisi negative dari Kapitalisme adalah: Sistem ini buatan manusia yang mendominasi pasar untuk kepentingan pribadi, sangat egoistis, monopolitis, terlalu berpihak pada hak milik pribadi, terbentuk arena persaingan, perampasan tenaga produktif, muncul pengangguran, penjajahan, peperangan, malapetaka, riba dan tidak berperikemanusiaan.
    Kapitalisme tumbuh di Inggris, Perancis, Jepang, Amerika. Sistem kapitalisme tak ubahnya sistem komunisme. Keduanya dipelopori oleh kaum Zionis lakanatullah.

    Tiga Pilar Setan
    Ketika krisis ekonomi merebak, bencana ekonomi adalah kemestian. Harga barang dan jasa melonjak tajam sementara daya beli masyarakat sulit mengimbangi. Era baru ekonomi dan keuangan dunia ditandai dengan kemampuan sistem ekonomi yang ditengarai sebagai sitem moneter dunia dengan diciptakannya tiga pilar setan: fiat money, fractional rerserve requirement dan interest.
    Robert Mundell peraih nobel ekonomi menyebutnya sebagai rezim inflasi permanent, dimana terjadi penggandaan uang yang begitu dahsyat sehingga pertumbuhan sektor moneter akan selalu berada di atas pertumbuhan sector riil. Sekmakin lama akan mengakibatkan ketimpangan yang akan menjadi pemantik ketakseimbangan ekonomi global. Beban semakin lama menggelembung dan suatu saat siap meledak mejadi krisis ekonomi.
    Fiat Money
    Sistem ekonomi kapitalis mendatangkan keuntungan bagi segelintir pihak di satu sisi dan pihak lain yang dirugikan di sisi lain. Sistem kapitalis memfasiltasi uang kertas (fiat money) dalam transaksi ekonomi. Sedang uang yang diciptakan tanpa didukung dengan logam mulia.
    Oleh penguasa uang tersebut bisa dicetak berapapun juga dan tak bisa ditukar dengan koin emas. Hal ini akan menjadi sebuah persoalan ketika pemerintah telah kehilangan kepercayaan yang berdampak pada uang kertas yang diciptakan menjadi tidak berharga. Jadi, fiat money tak bisa diandalkan sebagai alat penyimpan nilai.
    Dan uang kertas tak memiliki nilai intrinsic sebagaimana logam mulia. Kita tidak menafikan bahwa uang kertas sebagai slah satu alat tukar yang praktis dan sipembaw lebih merasa aman. Namun pada saat penciptaan uang melebihi output riil yang diproduksi maka terjadilah inflasi. Perlu dicermati, eksisnya penggunaan uang kertas akan menguasai perekonomian. Uang kertas tidak menambah produktivitas seperti yang dijanjikan sehingga membuat para penggunanya sibuk bekerja demi mengais kompensasi yang tak seberapa.
    Fractional Reserve Requirement
    Bank Sentral sebuah Negara mengeluarkan persyaratan setiap bank yang beroperasi di wilayah otoritasnya agar menyediakan sebagian kecil dana yang disetorkan deposan sebagai cadangan yang disebut Fractional Reserve Requirement ( FRR ) yang diperlukan untuk memenuhi kondisi normal permintaan para deposan yang menarik depositnya. Persentase jumlah cadangan adalah sebagian kecil dari jumlah yang disimpan.
    Interest
    Bunga ( interest ) adalah biaya servis yang dikenakan bank baik berupa pinjaman atau kredit yang diberikan kepada nasabah. Meski dalam kitab suci pun dinyatakan haram, bunga menjadi bagian tak terpisahkan dari ssitem moneter. Ada tiga konsekuensi berkaitan dengan bunga: bunga menuntut pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan kendati kondisi ekonomi stagnan. Selain itu mendorong persaingan antar para pelku bisnis serta mensejahterakan segelintir minoritas di atas pendeitaan rakyat yang mayoritas.
    Tiga pilar setan telah diciptakan sedemikian rupa dan akan selalu menelan korban. Problem utama adalah gagal membayar. Kuantitas uang terus bertambah tak sebanding dengan laju sector riil, sehingga akan memicu ketidak seimbangan. Akhirnya, balon ekonomi akan pecah dan terjadi apa yang isebut krisi ekonomi.

    Ibn Khaldun dalam magnum opusnya, Muqadimah, menjelaskan: Allah swt menciptakan emas dan perak tak lain untuk menjadi alat pengukur nilai bagi segala sesuatu. Namun tak hanya itu, emas dan perak ternyata bisa berfungsi sebagai alat tukar
    Dalam sistem periodic unsure-unsur, logam emas dan perak dikelompokkan dlam golongan yang sama : I B. Logam mulai ini tak bisa diubah dengan bahan kimia yang lain.
    Pada 300 SM Archimedes telah membuktikan bahwa logam bisa dideteksi tanpa merusak susunan kimianya. Emas tak terkontaminasi udara sehingga logam ini tahan terhadap karat. Logam mulia ini termasuk logam lunak namun dikategorikan sebagai logam yang paling berat. Satu kubik emas mempunyai berat lebih dari setengah ton.
    Pada masa Rasulullah saw, sebagai alat transaksi dipergunakan dinar dan dirham. Meski dinar dan dirham bukan mata uang asli Arab namun dinar yang mencerminkan emas murni seberat 4,25 gram dan dirham terbuat dari perak dengan berat 3 gram membawa peradaban baru dalam kehidupan ekonomi dan social pada saat itu.
    Dinar ditengarai sebagai mata uang asli Byzantium sedangkan dirham mata uang asli mata uang asli Byzantium sedangkan dirham mata uang asli Persia.
    Emas dan perak terbukti anti inflasi, Jadi, penggunaan emas dalam transaksi sangat menguntungkan lantaran emas mempunyai nilai stabil.

    Konklusinya penggunaan dinar sebagai alat transkasi akan menghancurkan legitimasi tiga pilar setan sehingga uang yang beredar dlam sistem ekonomi adalah uang riil.
    Menurut pandangan Islam, solusi dari problem di atas dengan mengaplikasikan ekonomi syariah. Jadi, bentuk ekonomi yang sarat dengan nilai-nilai Islam yang mencakup aqidah, syariah, ibadah dan akhlaq.

TDW Club - 5 Strategi Yang Tepat Untuk Pemasaran Jasa

  • TDW Club - 5 Strategi Yang Tepat Untuk Pemasaran Jasa


    Dalam menjalankan bisnis jasa, juga dibutuhkan adanya strategi pemasaran. Namun sebelum menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan, perlu diperhatikan bahwa strategi pemasaran jasa berbeda dengan strategi pemasaran bisnis yang menyediakan produk atau barang.

    Bisnis jasa lebih cenderung memberikan pelayanan kepada konsumen dengan berhubungan langsung, oleh karena itu bisnis jasa mengukur keberhasilan strategi pemasaran dengan tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen.

    Untuk menghasilkan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan optimal. Berikut kami berikan 5 strategi yang tepat pemasaran jasa yang dapat dicoba

    1. Gunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin cepat pula pelayanan yang diberikan untuk konsumen.

    2. Adanya peran karyawan yang menangani konsumen dengan baik merupakan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Karena kinerja karyawan menentukan citra perusahaan jasa.

    3. Sesuaikan budaya yang berkembang saat ini. Karena peluang pasar bisnis jasa juga dipengaruhi dengan budaya yang berkembang saat ini

    4. Berikan pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena biasanya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama pelayanan yang mereka harapkan.

    5. Disamping itu, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa sebaiknya di sesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang diperoleh konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen.

    Semoga Bermanfaat.

LaundryKu, Berbagi Tips dan Pengalaman Ketika Saya Memulai Usaha

LaundryKu, Berbagi Tips dan Pengalaman Ketika Saya Memulai Usaha




Selamat pagi sahabat HPMM, sedikit berbagi pengalaman dan tips saja ketika saya memulai usaha laundry "LaundryKu" (InsyaAllah akan launching resminya minggu depan, ini masih buka asal2an). Perkenalkan saya Huda Maulana (18) mahsiswa semester IV Universitas Airlangga Surabaya. Berasal dari keluarga yang belum mampu membuat saya harus berpikir lebih keras untuk bisa membiayai kuliah saya serta membiayai hidup saya di Surabaya.

Waktu itu yg terpikir dalam benak saya hanya "Saya Harus jadi Pengusaha" seketika itu juga saya memilih bisnis laundry (mungkin karna sifat saya yang agak malas untuk cuci baju. hehehe),
Apa yang saya lakukan waktu itu, saya cari investor? saya cari mitra bisnis? BUKAN. saya pergi ke Swalayan Elektronik 'Gunung Sari Intan', tentu saja untuk membeli perlengkapan. Padahal saya tahu uang saya hanya tinggal 250ribuan, saya membeli mesin cuci laundry merk LG seharga 3,46Jt (pas ketemu diskon, normalnya 3,9Jt) tapi saya bilang ke bagian penjualannya bayar pakai uang muka 200rb dulu, pelunasannya kalau mesin cuci sudah diantar dan waktu itu saya minta mesin cuci diantar 3 hari lagi (sambil nunggu dapat uang unt melunasi). Setelah itu saya pulang dengan sedikit bingung untuk mencari uang pelunasan, saya tawarkan kerjasama pada orang2 yg punya uang berlebih, dan alhamdulillah ada 2 orang yang interest dgn usaha saya.
            Dana sudah tidak ada masalah, kita tidak punya uang? Ya cari partner yg punya uang (ngopi ajarannya Pak Purdi). Lokasi? Saya juga belum punya, kontrakan saya pun ada dalam gang kecil. Tapi bukan lokasi yang utama, tapi pemasaran menurut saya, jadi meski lokasi tidak mendukung yang penting banyak transaksi.
Dalam meningkatkan penjualan (jasa), berikut kiat2 yg saya lakukan:
  1. Saya buat slogan LaundryKu, “Kuantar dan Kujemput” agar jangkauan lebih luas.
  2. Saya bekerjasama dengan organisasi2 kewirausahaan kampus (tgkat Fakultas) dengan menawarkan paket reseller kepada mereka.
  3. Saya sebarkan voucher gratis cuci pada beberapa bisnis di sekitar, misalnya saya kasih voucher ke “Selenting Digital Printing” dengan transaksi di sana senilai 100rb akan mendapat voucher gratis cuci 2Kg.
  4. dll.
Sebenarnya masih banyak yg mau ditulis, tp mungkin lain kali saja. Oh ya, kalau ada yang tinggal di sekitar Universitas Airlangga (sementara kampus C dulu) silahkan SMS ke nomor saya, 0821 4007 3916.. Free antar jemput..

Pandangan Negatif Wikipedia terhadap MLM

  • Pandangan Negatif Wikipedia terhadap MLM


    Wikipedia sebagai Pusat perpustakaan terbesar di dunia maya dan Situs yang paling sering di kunjungi NO 5 Di DUNIA Setelah Google dan Yahoo,  Menyatakan bahwa yang namanya MLM itu sangat menipu dan Overclaim Produk.

    Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: multi level marketing) adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.

    Keanggotaan
    Promotor (upline) adalah anggota yang sudah mendapatkan hak keanggotaan terlebih dahulu, sedangkan bawahan (downline) adalah anggota baru yang mendaftar atau direkrut oleh promotor. Akan tetapi, pada beberapa sistem tertentu, jenjang keanggotaan ini bisa berubah-ubah sesuai dengan syarat pembayaran atau pembelian tertentu.

    Komisi yang diberikan dalam pemasaran berjenjang dihitung berdasarkan banyaknya jasa distribusi yang otomatis terjadi jika bawahan melakukan pembelian barang. Promotor akan mendapatkan bagian komisi tertentu sebagai bentuk balas jasa atas perekrutan bawahan. Namun ada juga beberapa MLM yang tidak memberikan bonus atas jasa perekrutan, karena bonus perekrutan termasuk bonus yg dilarang berdasarkan Permendag No 13 tahun 2006 Bab I Pasal 1 ayat 11.

    Kontroversi
    Seringkali ditemukan kerancuan istilah antara pemasaran berjenjang dengan permainan uang (money game). Pemasaran berjenjang pada hakikatnya adalah sebuah sistem distribusi barang. Banyaknya bonus didapat dari omzet penjualan yang didistribusikan melalui jaringannya. Sebaliknya, pada permainan uang bonus didapat dari perekrutan, bukan omzet penjualan. Kesulitan membedakan pemasaran berjenjang dengan permainan uang terjadi karena bonus yang diterima berupa gabungan dengan komposisi tertentu antara bonus perekrutan dan komisi omzet penjualan.

    Sistem permainan uang cenderung menggunakan skema piramida (atau skema Ponzi) dan orang yang terakhir bergabung akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. Dalam pemasaran berjenjang, walaupun dimungkinkan telah memiliki banyak bawahan, tetapi tanpa omzet tentu saja bonus tidak akan diperoleh.

    Informasi tentang jenis pemasaran berjenjang yang benar dapat mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 13/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung dengan memuat larangan tegas yang tercantum pada bab VII.

    Masalah di dalam pemasaran berjenjang sering terjadi bila sistem komisi menjurus pada permainan uang. Biaya keanggotaan bawahan secara virtual telah dibagikan menjadi komisi promotor sementara harga barang menjadi terlalu mahal untuk menutupi pembayaran komisi kepada promotor. Dalam jangka panjang, hal ini membuat komisi menjadi tidak seimbang, di mana komisi telah melebihi harga barang dikurangi harga produksi.

    Hal ini tentu akan membuat membuat konsumen di tingkat tertinggi mendapatkan harga termurah atau bahkan mendapatkan keuntungan bila mengetahui cara mengolah jaringannya, sedangkan konsumen yang baru bergabung mendapatkan kerugian secara tidak langsung karena mendapatkan harga termahal tanpa mendapatkan komisi atau komisi yang didapatkan tidak sesuai dengan usaha yang telah dilakukan sehingga akhirnya anggota baru tersebut terangsang untuk mencari konsumen baru agar mendapat komisi yang bisa menutupi kerugian virtual yang ditanggungnya.

    Pelanggaran bisa pula terjadi bila perusahaan penyedia sistem pemasaran berjenjang menjanjikan sesuatu berlebih yang tidak mungkin bisa dicapai konsumen. Misalnya, jika konsumen bisa mendapatkan 10 jenjang jaringan yang setiap jenjangnya harus berisi 10 anggota, maka ia akan mendapatkan bonus Rp 10 Miliar. Sepintas hal ini terlihat menggiurkan dan mudah, tetapi jika konsumen menggunakan akal sehatnya, ia sebenarnya harus merekrut 1010 bawahan atau sepuluh pangkat sepuluh, yaitu sejumlah 10 miliar anggota baru(populasi manusia saat ini 7 miliar).
    Dewasa ini, telah berkembang sistem pemasaran viral yang merupakan salah satu bagian model pemasaran berjenjang. Beberapa hal yang membedakan antara lain:

    • Tidak ada bonus perekrutan karena bebas biaya bergabung.
    • Produk yang dipasarkan merupakan produk dinamis, misalnya pulsa telepon seluler.
    • Bonus hanya diperoleh dengan adanya pemesanan berulang.
    • Harga produk lebih murah atau hampir sama dengan harga pasar konvensional.
    • Komisi atau bonus tiap transaksi yang dilakukan relatif kecil.
    • Bonus akan signifikan pada jaringan yang besar.

    Disamping itu sistem MLM memiliki banyak kebohongan yang sanggat banyak,produk yang di jual adalah kebanyakan produk kesehatan, tetapi tidak ada satupun penelitian ilmiah yang mendung di tambah juga dengan kesaksian kesaksian palsu, serta nama peneliti palsu untuk mendukung pemasaranya. Dengan katalain produk MLM tidak memiliki khasiat di bidang medis, malah cenderung tidak terkontrol. dengan kata lain produk MLM kebanyakan overclaim dan sangat menipu

    ada lagi penipuan yang di lakukan MLM diantaranya adalah sistempembagian reward yang tidak transparan, dimana reward di bagikan tidak sesuai dengan yang di janjikan, di janjikan mobil seharga 600 juta rupiah lebih, tetapi hanya di berikan 190 juta saja, dan harus di cicil oleh distributor, di tambah lagi rewardnya terkontrak langsung artinya reward bisa di ambil kapan saja
    MLM juga terlalu cenderung melakukan kebodohan pada masyarakat, terlalu banyak brain wash yang di lakukan, hampir mirip aliran sesat, dan mungkin antara mlm dan aliran sesat berlomba2 untuk mendapatkan downline alias anggota.

    Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pemasaran viral dipercaya dapat membuat kompetisi di pasar konvensional menjadi semakin menarik karena pada dasarnya keunggulan pemasaran berjenjang adalah captive market yang tersistem ditambah dengan konsep pemasaran konvensional yang bertumpu pada harga dan produk. serta memiliki kekurangan ketidak jelasan produk dan reward, tidak adanya penelitian yang mendukung, serta paksaan untuk join di mlm

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_berjenjang

    Kesimpulan : Bagi anda yang merasa terlanjur menekuni bisnis MLM silahkan lanjutkan, karena anda sendiri yg akan menikmati hasilnya nanti, Bagi yang belum pernah mencoba, lebih baik pertimbangkan masak2 sebelum terjun langsung.

Amal berdasarkan ilmu yang benar maka terbentuklah akhlakul karimah

  • Amal berdasarkan ilmu yang benar maka terbentuklah akhlakul karimah

    Dengan mereka terhasut oleh hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Zionis Yahudi, agar mereka memahami Al Qur’an dan As sunnah dengan akal pikiran mereka sehingga menimbulkan perselisihan di antara kaum muslim karena perbedaan pemahaman, pada hakikatnya mereka secara tidak langsung telah menjadi perpanjangan tangan kaum Zionis Yahudi untuk meruntuhkan ukhuwah Islamiyah.

    Dalam tulisan sebelumnya pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/02/02/potongan-perkataan-ulama/ telah diuraikan bagaimana mereka terhasut oleh potongan perkataan ulama.
    Dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/02/03/terhasut-pengalihan-makna/ telah diuraikan bagaimana mereka terhasut oleh pengalihan makna perkataan ulama.
    Dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/02/05/menyalah-maknakan-hadits/ telah diuraikan bagaimana mereka terhasut oleh penyalah makna dari hadits.

    Dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/02/08/terhasut-pembatasan-makna/ telah diuraikan bagaimana mereka terhasut oleh pembatasan makna dari firman Allah ta’ala contohnya  “sabilil mu’minin” , “jalan orang-orang mu’min” (QS An Nisaa’ [4] : 115)  terbatas hanya pada para Sahabat saja atau dengan kata lain mereka ingin mengada-ada “keharusan” mengikuti manhaj salaf atau mazhab salaf.

    Padahal Imam Mazhab yang empat yang bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh tidak pernah menyampaikan adanya “keharusan” mengikuti manhaj salaf atau mazhab salaf.  “Keharusan” hanyalah mentaati Allah ta’ala dan mentaati RasulNya serta mentaati ulil amri yang mentaati Allah ta’ala dan RasulNya.

    Firman Allah Azza wa Jalla yang artinya “wahai orang-orang beriman taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rosul-Nya dan ulil amri di antara kamu ” (QS An Nisa’ : 59 )

    Adapun maksud dari ulil amri dalam ayat tersebut menurut Ibnu Abbas ra, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Thobari dalam tafsirnya adalah para pakar fiqih dan para ulama yang komitmen dengan ajaran Islam.

    Ketaatan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada hakikatnya telah mengikuti Salafush Sholeh.

    Begitupula mengikuti Imam Mazhab yang empat yang melihat langsung penerapan, perbuatan serta contoh nyata jalan atau cara beribadah dari Salafush Sholeh pada hakikatnya telah mengikuti Salafush Sholeh.

    Sebaliknya mereka yang merasa mengikuti Salafush Sholeh kenyataanya mereka hanyalah mengikuti  para ulama yang mengaku-aku mengikuti Salafush Sholeh namun tidak bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh dengan kata lain mereka pada hakikatnya tidak mengikuti Salafush Sholeh namun mengikuti akal pikiran para ulama mereka semata.

    Contohnya sebagaimana telah diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/02/08/mencegah-keji-mungkar/  bagaimana salah satu ulama panutan mereka tidak dapat “melihat” bagaimana sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar termasuk mencegah perbuatan maksiat.

    Jikalau  telah menjalankan sholat dan  merasa telah memenuhi syarat dan rukun sholat namun tetap melakukan perbuatan keji dan mungkar ataupun perbuatan  maksiat ada dua kemungkinan “gagal” sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar yakni
    1.    Ilmu yang dipahami oleh mereka tentang syarat dan rukun sholat adalah keliru dikarenakan menyelisihi apa yang disampaikan oleh Imam Mazhab yang empat yang telah melihat langsung cara sholat Salafush Sholeh yang mengikuti cara sholat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

    Cara sholat mereka mengikuti akal pikiran mereka sendiri hasil belajar sendiri (secara otodidak) melalui cara muthola’ah, menelaah kitab.

    2.    Amal sholatnya tidak khusyuk sehingga tidak menjadikan mereka muslim  yang berakhlakul karimah atau muslim yang Ihsan.

    Urutannya adalah ilmu -> amal -> akhlak

    Berdasarkan ilmu yang didapat kita melaksanakan amal sholat, amal sholat yang selalu dilakukan dengan benar dan khusyuk membentuk muslim yang berakhlak baik atau berakhlakul karimah. Muslim yang berakhlak baik adalah muslim yang ihsan

    Ada dua kondisi yang dicapai oleh muslim yang ihsan atau muslim yang telah berma’rifat.
    Kondisi minimal adalah mereka yang selalu merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.
    Kondiri terbaik adalah mereka yang berma’rifat atau mereka yang dapat melihat Allah Azza wa Jalla dengan hati (ain bashiroh)

    قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَخْشَى اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنَّكَ إِنْ لَا تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
    Lalu dia bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu takut (takhsya / khasyyah) kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya (bermakrifat),  maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.’ (HR Muslim 11)

    Imam Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi’lib Al-Yamani,
    “Apakah Anda pernah melihat Tuhan?”
    Beliau menjawab, “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?”
    “Bagaimana Anda melihat-Nya?” tanyanya kembali.
    Sayyidina Ali ra menjawab “Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati (bermakrifat)”

    Sebuah riwayat dari Ja’far bin Muhammad beliau ditanya: “Apakah engkau melihat Tuhanmu ketika engkau menyembah-Nya?” Beliau menjawab: “Saya telah melihat Tuhan, baru saya sembah”. Bagaimana anda melihat-Nya? dia menjawab: “Tidak dilihat dengan mata yang memandang, tapi dilihat dengan hati yang penuh Iman (bermakrifat)”

    Rasulullah bersabda “Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada“. (HR. Ath Thobari)

    Bagi muslim yang sholatnya benar dan khusyuk maka akan mencapai muslim yang Ihsan, minimal akan timbul keyakinan pengawasan Allah Azza wa Jalla  terhadap segala sikap dan perbuatan sehingga selalu akan berupaya menghindari perbuatan maksiat, menghindari perbuatan keji dan mungkar  dan menghindari segala perbuatan yang dibenci oleh Allah Azza wa Jalla.

    Muslim yang Ihsan akan mencapai miminal muslim yang sholeh (sholihin) sebagai bukti nyata dari ketaatan terhadap Allah Azza wa Jalla dan RasulNya sehinga berkumpul dengan 4 golongan manusia yang mendapatkan maqom disisiNya lainnya

    Firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya .” (QS An Nisaa [4]: 69 )

    Semakin dekat kita kepada Allah sehingga menjadi kekasihNya (Wali Allah). Maqom Shiddiqin atau kedekatan dengan Allah diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/09/09/2011/09/28/maqom-wali-allah/

    Muslim yang Ihsan , mereka itu mahfudz (dipelihara) dengan pemeliharaan Allah Azza wa Jalla terhadap orang-orang sholeh.

    Firman Allah ta'ala yang artinya
    ...Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki…” (QS An-Nuur [24]:21)

    Muslim yang dikehendaki oleh Allah Azza wa Jalla adalah mereka yang meraih maqom disisiNya, minimal adalah muslim yang sholeh.

    Menurut Al-Hakim al-Tirmidzi (205-320H/ 820-935M) , muslim yang mendapatkan maqom disisiNya hingga mencapai al-awliya ‘ishmah berarti mahfudz (terjaga) dari  kesalahan sesuai dengan derajat, jenjang, dan maqamat mereka. Mereka mendapatkan ‘ishmah sesuai dengan peringkat kewaliannya.

    Adanya pemeliharaan, cinta kasih, dan pertolongan Allah kepada al-awliya (wali Allah)  sedemikian rupa merupakan manifestasi dari makna al-walayah (kewalian) yang berarti dekat dengan Allah dan merasakan kehadiranNya, hudhur ma’ahu wa bihi (merasakan kehadiran-Nya oleh diri-Nya)

    Firman Allah ta’ala yang artinya,
    Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat”. (QS Shaad [38]:46)
    Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik”. (QS Shaad [38]:47)

    Dalam sebuah hadits qudsi Allah ta’ala berfirman, “jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya.” (HR Bukhari 6021)

    Sedangkan mereka yang melaksanakan sholat namun tetap melakukan perbuatan maksiat atau tidak menyadari kesalahan yang mereka perbuat adalah bukti ketidak-dekatan mereka kepada Allah Azza wa Jalla.

    Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang shalatnya tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia tidak bertambah dari Allah kecuali semakin jauh dariNya” (diriwayatkan oleh ath Thabarani dalam al-Kabir nomor 11025, 11/46)

    Imam Al Baihaqi menyebutkan satu riwayat, bahwa Imam As Syafi’i pernah mengatakan,”Aku telah bersahabat dengan para sufi selama sepuluh tahun, aku tidak memperoleh dari mereka kecuali dua perkara ini, ”Waktu adalah pedang” dan “Termasuk kemaksuman, engkau tidak mampu” (maknanya, sesungguhnya manusia lebih cenderung berbuat dosa, namun Allah menghalangi, maka manusia tidak mampu melakukannya, hingga terhindar dari maksiat).

    Perkataan Imam As Syafi’i ra yang disampaikan Imam Al Baihaqi tersebut sesuai dengan firman Allah Azza wa Jalla yang artinya, ”...Sekiranya kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, niscaya tidak ada seorangpun dari kamu yang bersih (dari perbuatan keji dan mungkar) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa saja yang dikehendaki” (QS An-Nuur:21)

    Allah membersihkan siapa saja yang dikehendakiNya , Allah menghalanginya dari  perbuatan keji dan mungkar, menghalanginya dari perbuatan maksiat, menghalanginya dari kesalahan. Inilah penjagaan Allah Azza wa Jalla terhadap mereka yang mendapatkan maqom disisiNya.  Andaikan mereka membuat kesalahan pun maka Allah Azza wa Jalla menyegerakan teguranNya sehingga memberikan kesempatan untuk bertaubat tidak mengundurkan teguran menjadi balasan di akhirat kelak karena mengetahui kesalahan ketika di akhirat kelak adalah menunjukkan ketidak-dekatan dengan Allah Azza wa Jalla

    Berikut contoh pemeliharaan Allah subhanahu wa ta’ala  terhadap orang-orang sholeh

    Imam asy-Syafi’i berkata: ‘Saya mengadu kepada Waqi’ (guru beliau) buruknya hafalanku, maka dia menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak diberikan kepada pelaku maksiat”.

    Setelah Imam asy Syafi’i merunut (mencari tahu) kenapa beliau lupa hafalan Al-Qur’an (hafalan Al-Qur`ânnya terbata-bata), ternyata dikarenakan beliau tanpa sengaja melihat betis seorang wanita bukan muhrim yang tersingkap oleh angin dalam perjalanan beliau ke tempat gurunya.

    ‘Abdullâh bin Al-Mubarak meriwayatkan dari adh-Dhahak bin Muzahim, bahwasanya dia berkata;”Tidak seorangpun yang mempelajari Al-Qur`ân kemudian dia lupa, melainkan karena dosa yang telah dikerjakannya. Karena Allah berfirman Subhanahu wa Ta’ala : وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ  ("Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri"  (QS Asy-Syûra [42]: 30)- . Sungguh, lupa terhadap Al-Qur`ân merupakan musibah yang paling besar * (. Fadha`ilul-Qur`ân, karya Ibnu Katsir, hlm. 147)

    Itulah contoh mereka yang disayang oleh Allah ta’ala dan diberi kesempatan untuk menyadari kesalahan mereka ketika masih di dunia.


    Wassalam


Sunnah Nabi mengeraskan suara ketika dzikir setelah selesai menunaikan shalat fardlu berjama'ah

  • Sunnah Nabi mengeraskan suara ketika dzikir setelah selesai menunaikan shalat fardlu berjama'ah

    Sunnah Nabi yang mulai tidak dilaksanakan oleh segelintir kaum muslim adalah mengeraskan suara ketika dzikir setelah selesai menunaikan shalat fardlu berjama'ah.

    و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ كَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ مَوْلًى لَهُمْ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ كَانَ يُهَلِّلُ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ بِمِثْلِ حَدِيثِ ابْنِ نُمَيْرٍ وَقَالَ فِي آخِرِهِ ثُمَّ يَقُولُ ابْنُ الزُّبَيْرِ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ و حَدَّثَنِي يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ يَخْطُبُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ وَهُوَ يَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ فِي دُبُرِ الصَّلَاةِ أَوْ الصَّلَوَاتِ فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ الْمُرَادِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ أَنَّ أَبَا الزُّبَيْرِ الْمَكِّيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَهُوَ يَقُولُ فِي إِثْرِ الصَّلَاةِ إِذَا سَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمَا وَقَالَ فِي آخِرِهِ وَكَانَ يَذْكُرُ ذَلِكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   .

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Abu Zubair katanya; Seusai shalat setelah salam, Ibn Zubair sering memanjatkan do'a; LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QADIIR, LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH, LAA-ILAAHA ILALLAAH WALAA NA'BUDU ILLAA IYYAAH, LAHUN NI'MATU WALAHUL FADHLU WALAHUTS TSANAA'UL HASAN, LAA-ILAAHA ILLALLAAH MUKHLISIHIINA LAHUD DIINA WALAU KARIHAL KAAFIRUUNA. (Tiada sesembahan yang hak selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya selaga puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Tiada sesembahan yang hak selain Allah, dan Kami tidak beribadah selain kepada-Nya, dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, hanya bagi-Nya ketundukan, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu mengeraskan suara dengan kalimat ini setiap selesai shalat. Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami 'Abdah bin Abu Sulaiman dari Hisyam bin 'Urwah dari Abu Zubair mantan budak mereka, bahwa Abdullah bin Zubair biasa bertahlil sehabis shalat dengan seperti hadis Ibnu Numair, dan di akhir beliau berkata; Kemudian Ibnu Zubair mengatakan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengeraskan suaranya dengan kalimat ini sehabis shalat. Dan telah menceritakan kepadaku Ya'kub bin Ibrahim Ad Dauraqi telah menceritakan kepada kami Ibn 'Ulayyah telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj bin Abu Usman telah menceritakan kepadaku Abu Zubair katanya; Aku mendengar Abdullah bin Zubair berkhutbah diatas mimbar ini seraya berkata; Apabila Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam selesai salam yaitu sehabis shalat, atau beberapa shalat… lalu ia menyebutkan seperti hadis Hisyam bin 'Urwah. Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Salamah Al Muradi telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb dari Yahya bin Abdullah bin Salim dari Musa bin 'Uqbah, bahwa Abu Az Zubair Al Makki menceritakan bahwa ia mendengar Abdulah bin Zubair mengatakan; Yaitu Seusai shalat setelah mengucapkan salam, seperti hadis keduanya. Dan ia katakan di akhir haditsnya; Abu Zubair selalu membaca bacaan ini dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (HR Muslim 935)

    حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ أَبَا مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُه. .

    Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Nashir berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Amru bahwa Abu Ma'bad mantan budak Ibnu 'Abbas, mengabarkan kepadanya bahwa Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma mengabarkan kepadanya, bahwa mengeraskan suara dalam berdzikir setelah orang selesai menunaikah shalat fardlu terjadi di zaman Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ibnu 'Abbas mengatakan, Aku mengetahui bahwa mereka telah selesai dari shalat itu karena aku mendengarnya. (HR Bukhari 796)

    Ada yang berpendapat bahwa dzikir dengan mengeraskan suara telah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena pada waktu itu Beliau melakukannya untuk tujuan pengajaran kepada makmum.  Padahal yang ditinggalkan oleh Rasulullah adalah mengeraskan suara pada do'a iftitah atau pada sholat berjamaah ketika sholat dzuhur dan ashar.

    Ada yang berpendapat bahwa dizkir dengan mengeraskan surara telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam atas pemahaman mereka pada hadits diriwayatkan Abu Musa Al-Asy'ari yang terdapat dalam Shahihain yang menceritakan perjalanan para shahabat bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Abu Musa berkata : Jika kami menuruni lembah maka kami bertasbih dan jika kami mendaki tempat yang tinggi maka kami bertakbir. Dan kamipun mengeraskan suara-suara dzikir kami. Maka berkata Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya : "Wahai sekalian manusia, berlaku baiklah kepada diri kalian sendiri. Sesungguhnya yang kalian seru itu tidaklah tuli dan tidak pula ghaib. Sesunguhnya kalian berdo'a kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, yang lebih dekat dengan kalian daripada leher tunggangan kalian sendiri"

    Larangan ini  adalah larangan terhadap para Sahabat karena mereka memang terlampau mengeraskan suara ketika mendaki tempat yang tinggi.

      حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ الظُّهْرَ أَرْبَعًا وَالْعَصْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ وَسَمِعْتُهُمْ يَصْرُخُونَ بِهِمَا جَمِيعًا   .

    Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Abu Qalabah dari Anas radliallahu 'anhu berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat Zhuhur di Madinah empat raka'at dan shalat 'Ashar di Dzul Hulaifah dua raka'at. Dan aku mendengar mereka melakukan talbiyah dengan mengeraskan suara mereka pada keduanya (hajji dan 'umrah). (HR Bukhari 1447)

    Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada mengeraskan suara sambil menyenandungkannya

    حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْقُلُ التُّرَابَ يَوْمَ الْخَنْدَقِ حَتَّى أَغْمَرَ بَطْنَهُ أَوْ اغْبَرَّ بَطْنُهُ يَقُولُ وَاللَّهِ لَوْلَا اللَّهُ مَا اهْتَدَيْنَا وَلَا تَصَدَّقْنَا وَلَا صَلَّيْنَا فَأَنْزِلَنْ سَكِينَةً عَلَيْنَا وَثَبِّتْ الْأَقْدَامَ إِنْ لَاقَيْنَا إِنَّ الْأُلَى قَدْ بَغَوْا عَلَيْنَا إِذَا أَرَادُوا فِتْنَةً أَبَيْنَا وَرَفَعَ بِهَا صَوْتَهُ أَبَيْنَا أَبَيْنَا   . .

    Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Ishaq dari Al Barra` radliallahu 'anhu dia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ikut mengangkuti tanah pada perang Khandaq, hingga perutnya penuh debu -atau perutnya berdebu-, beliau bersabda: 'Ya Allah, seandainya bukan karena-Mu, maka kami tidak akan mendapatkan petunjuk, tidak akan bersedekah dan tidak akan melakukan shalat, maka turunkanlah ketenangan kepada kami, serta kokohkan kaki-kaki kami apabila bertemu dengan musuh. Sesungguhnya orang-orang musyrik telah berlaku semena-mena kepada kami, apabila mereka menghendaki fitnah, maka kami menolaknya.' Beliau menyenandungkan itu sambil mengeraskan suaranya." (HR Bukhari 3795)

    Jadi yang dilarang adalah suara yang benar-benar terlampau keras sehingga berdzikirnya tidak menghadirkan hati (Hudlurul Qalbi).

    حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ تَعَالَى { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } قَالَ نَزَلَتْ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُخْتَفٍ بِمَكَّةَ كَانَ إِذَا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ فَإِذَا سَمِعَهُ الْمُشْرِكُونَ سَبُّوا الْقُرْآنَ وَمَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ { وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ } أَيْ بِقِرَاءَتِكَ فَيَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ فَيَسُبُّوا الْقُرْآنَ { وَلَا تُخَافِتْ بِهَا } عَنْ أَصْحَابِكَ فَلَا تُسْمِعُهُمْ { وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا }   . 

    Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim Telah menceritakan kepada kami Husyaim Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma mengenai firman Allah: dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya…, (Al Israa: 110).
    Ibnu Abbas berkata; ayat ini turun ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sembunyi-sembunyi di Makkah.
    Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bila mengimami shalat para sahabatnya, beliau mengeraskannya saat membaca al Qur`an. Tatkala orang-orang musyrik mendengarkan hal itu, mereka mencela al Qur`an, mencela yang menurunkannya dan yang membawakannya. Maka Allah Azza Wa Jalla berfirman kepada NabiNya: ("Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu") maksudnya adalah dalam bacaanmu sehingga orang-orang musyrik mendengarnya dan mereka mencela al Qu`ran dan: Dan janganlah pula merendahkannya dari para sahabatmu sehingga mereka tidak dapat mendengarkan dan mengambil Al Qu`ran darimu dan: Maka carilah jalan tengah di antara kedua itu. (HR Bukhari 4353)

    Selain itu larangan mengeraskan suara dalam berdoa adalah dalam makna majaz (kiasan). Seperti contohnya
    "Ya Rabb kabulkanlah doa kami, paling lambat esok hari" atau doa-doa yang pada hakikatnya "mengajarkan" Tuhan sesuai keinginan si pendoa atau bahkan "mendesak" Tuhan untuk mengikuti keinginan si pendoa. Doa-doa seperti itu walaupun diucapkan lirih ataupun diucapkan dalam hati tetaplah termasuk keras dalam berdoa.

    Dzikir dengan suara dikeraskan tentulah dalam satu komando, kalau tidak tentu akan timbul kebisingan atau kegaduhan. Apalagi setiap orang berdzikir dengan suara dikeraskan dengan untaian dzikir sesuai keinginan masing-masing tentulah berakibat kebisingan atau kegaduhan.

    Sebaiknyalah makmum mengikuti bacaan dzikir yang dipimpin oleh imam dan ketika bagian doa cukup meng-amin-kan saja.

    Manfaat zikir berjama'ah adalah kerjasama dalam kebaikan. Salah satu yang hadir dapat "menghantarkan" dzikir sampai (wushul) kepada Allah ta'ala maka seluruh yang hadir akan mendapatkan manfaat termasuk mereka yang hadir sekedar duduk saja.

    Dalam sebuah hadits qudsi Abu Hurairah ra meriwayatkan,
    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim bin Maimun telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: 'Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi mempunyai beberapa malaikat yang terus berkeliling mencari majelis dzikir. Apabila mereka telah menemukan majelis dzikir tersebut, maka mereka terus duduk di situ dengan menyelimutkan sayap sesama mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dan langit yang paling bawah. Apabila majelis dzikir itu telah usai, maka mereka juga berpisah dan naik ke langit.' Kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya: 'Selanjutnya mereka ditanya Allah Subhanahu wa Ta'ala, Dzat Yang sebenarnya Maha Tahu tentang mereka: 'Kalian datang dari mana? ' Mereka menjawab; 'Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang selalu bertasbih, bertakbir, bertahmid, dan memohon kepada-Mu ya Allah.' Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya: 'Apa yang mereka minta? ' Para malaikat menjawab; 'Mereka memohon surga-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya lagi: 'Apakah mereka pernah melihat surga-Ku? ' Para malaikat menjawab; 'Belum. Mereka belum pernah melihatnya ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata: 'Bagaimana seandainya mereka pernah melihat surga-Ku? ' Para malaikat berkata; 'Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala balik bertanya: 'Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku? ' Para malaikat menjawab; 'Mereka meminta perlindungan kepada-Mu dari neraka-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya: 'Apakah mereka pernah melihat neraka-Ku? ' Para malaikat menjawab; 'Belum. Mereka belum pernah melihat neraka-Mu ya Allah.' Allah Subhanahu wa Ta'ala berkata: 'Bagaimana seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? ' Para malaikat berkata; 'Ya Allah, sepertinya mereka juga memohon ampun (beristighfar) kepada-Mu? ' Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab: 'Ketahuilah hai para malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka, memberikan apa yang mereka minta, dan melindungi mereka dari neraka.' Para malaikat berkata; 'Ya Allah, di dalam majelis mereka itu ada seorang hamba yang berdosa dan kebetulan hanya lewat lalu duduk bersama mereka.' Maka Allah menjawab: 'Ketahuilah bahwa sesungguhnya Aku akan mengampuni orang tersebut. Sesungguhnya mereka itu adalah suatu kaum yang teman duduknya tak bakalan celaka karena mereka. (HR Muslim 4854)

    Ironis, segelintir kaum muslim berpegang pada fatwa yang dikeluarkan oleh ulama mereka seperti contohnya yang tercantum pada http://almanhaj.or.id/content/1501/slash/0

    Ulama mereka tersebut termasuk ulama yang mengaku-aku mengikuti Salafush sholeh namun tidak bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh dan tidak juga bertalaqqi (mengaji) dengan para ulama yang mengikuti Imam Mazhab yang empat. Kita tahu Imam Mazhab yang empat bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh.

    Ulama besar Syria, Dr. Said Ramadhan Al-Buthy berdiskusi dengan ulama mereka tersebut dan kemudian kesimpulan diskusi dituliskan dalam sebuah buku yang berjudul Al-Laa Mazhabiyah, Akhtharu Bid’atin Tuhaddidu As-Syariah Al-Islamiyah. Kalau kita terjemahkan secara bebas, kira-kira makna judul itu adalah : Paham Anti Mazhab, Bid’ah Paling Gawat Yang Menghancurkan Syariat Islam. Ulasan tentang buku Beliau ada dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/01/18/paham-anti-mazhab/

    Ulama mereka tersebut selain tidak mengikuti Imam Mazhab yang empat, juga meninggalkan apa yang telah dikerjakan atau dicontohkan oleh para Habib , keturunan cucu Rasulullah yang mendapatkan pengajaran agama dari orang tua-orang tua mereka yang tersambung kepada Imam Sayyidina Ali ra yang mendapatkan pengajaran langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

    Bahkan salah satu keturunan cucu Rasulullah mengatakan dalam tulisannya pada http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=22475&catid=9 bahwa beliau sebenarnya tak suka bicara mengenai ini (menyampaikannya), namun beliau memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat.



    Wassalam